Getty Images Ajukan Kebangkrutan, Siap Beralih Menjadi Perusahaan Privat
Jakarta, Tripodnews.id - Getty Images Holdings Inc., perusahaan penyedia foto stok dan arsip gambar global, memulai proses kebangkrutan melalui mekanisme prepackaged Chapter 11 di Amerika Serikat. Langkah ini menjadi bagian dari restrukturisasi keuangan yang bertujuan mengurangi beban utang sekaligus mengubah status perusahaan menjadi perusahaan tertutup (private company).
Pengajuan tersebut dilakukan di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat untuk Distrik Delaware setelah Getty Images memperoleh kesepakatan dukungan restrukturisasi dari sejumlah pihak terkait.
Dalam dokumen pengajuan, Getty Images mencatat aset senilai US$1 miliar hingga US$10 miliar. Nilai kewajiban perusahaan juga berada dalam kisaran US$1 miliar hingga US$10 miliar.
Melalui restrukturisasi tersebut, perusahaan berupaya memperbaiki struktur keuangan dan memperoleh tambahan modal untuk mendukung kelangsungan bisnisnya.
Getty Images menyatakan telah melangkah maju dalam menjalankan restrukturisasi keuangan yang sebelumnya diumumkan. Salah satu komponen utama rencana tersebut adalah investasi ekuitas hingga US$533 juta dari sejumlah investor, termasuk anggota keluarga Getty dan afiliasi Koch Equity Development.
Tambahan modal tersebut diharapkan membantu perusahaan memperkuat kondisi keuangannya di tengah tekanan industri penyedia konten visual.
Pengajuan kebangkrutan Getty Images terjadi setelah perusahaan menjalani negosiasi berkepanjangan terkait restrukturisasi utang. Di saat bersamaan, bisnis foto stok menghadapi perubahan besar akibat perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kemunculan teknologi AI generatif memungkinkan pengguna menghasilkan gambar berdasarkan perintah teks. Perubahan ini turut memengaruhi kebutuhan sebagian pelanggan terhadap foto stok konvensional, sehingga menambah tantangan bagi perusahaan penyedia gambar berlisensi.
Bagi Getty Images, tekanan tersebut muncul ketika perusahaan juga harus menghadapi beban utang yang tinggi. Kombinasi persoalan keuangan dan perubahan perilaku pelanggan mendorong perusahaan mencari jalan untuk menata kembali struktur permodalannya.
Meski demikian, proses kebangkrutan melalui mekanisme Chapter 11 tidak dengan sendirinya berarti perusahaan langsung menghentikan seluruh operasional atau melikuidasi bisnisnya. Mekanisme tersebut memungkinkan perusahaan menjalankan proses restrukturisasi berdasarkan ketentuan hukum kepailitan Amerika Serikat.
Sebelum mengajukan kebangkrutan, Getty Images memasuki masa tenggang pembayaran selama 30 hari setelah gagal membayar bunga atas surat utang tanpa jaminan yang jatuh tempo pada 1 September.
Pada saat itu, perusahaan menyatakan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi pembayaran bunga tersebut. Namun, Getty Images memilih memanfaatkan masa tenggang untuk menyelesaikan kesepakatan restrukturisasi utang bersama para krediturnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memprioritaskan penyelesaian persoalan struktur utang melalui kesepakatan dengan para pemegang surat utang dan pihak pendukung restrukturisasi.
Melalui mekanisme prepackaged Chapter 11, perusahaan berupaya mempercepat proses restrukturisasi dengan dukungan kesepakatan yang telah dirundingkan sebelumnya dengan para pihak terkait.
Dalam rencana restrukturisasi yang diajukan, Getty Images menyatakan pemasok akan menerima pembayaran secara penuh sesuai ketentuan rencana tersebut.
Komitmen itu menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan perusahaan dengan mitra bisnis selama proses restrukturisasi berlangsung.
Ke depan, keberhasilan restrukturisasi Getty Images akan bergantung pada pelaksanaan kesepakatan keuangan, dukungan investor, serta kemampuan perusahaan menyesuaikan model bisnisnya dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.
Kasus Getty Images juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri fotografi dan penyedia gambar stok di tengah pesatnya perkembangan AI generatif. Perusahaan kini perlu mempertahankan nilai konten visual berlisensi sekaligus beradaptasi dengan perubahan cara pelanggan memperoleh dan menggunakan gambar digital.
