Rabu, 21 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Zaskia Adya Mecca Terjun Jadi Relawan Karhutla di Kalimantan

✍️ Fernando 🕒 20 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Zaskia Adya Mecca
Zaskia Adya Mecca Foto: Istimewa

Zaskia Adya Mecca mengunjungi lokasi karhutla di Kalimantan dan terharu melihat relawan mandiri yang patungan membeli bensin untuk memadamkan api.

JAKARTA - Zaskia Adya Mecca turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan untuk membantu masyarakat terdampak. Dalam kunjungannya, ia menyaksikan perjuangan warga yang menjadi relawan mandiri untuk memadamkan api dengan peralatan dan dana terbatas.

Momen tersebut dibagikan Zaskia melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Senin (19/10/2026). Dalam rekaman itu, ia memperlihatkan kondisi salah satu titik kebakaran yang lokasinya tidak jauh dari bandara tempatnya tiba.

Baru tiba di lokasi, Zaskia mengaku sudah merasa emosional setelah mendengar cerita perjuangan warga yang setiap hari berupaya memadamkan api.

“Oke, Guys, aku baru sampai di satu titik. Ini baru dari airport sebenarnya dekat banget, cuman dengar ceritanya… Huh, nggak kuat banget,” ujar Zaskia dalam video tersebut.

Zaskia mengungkapkan bahwa warga setempat secara sukarela turun tangan untuk memadamkan kebakaran di sekitar tempat tinggal mereka. Para relawan mandiri tersebut berupaya memadamkan api setiap hari, meski harus menanggung sendiri biaya operasional, termasuk membeli bahan bakar untuk mesin pompa air.

Hal yang paling menyentuh hati Zaskia adalah perjuangan warga yang harus mengumpulkan uang pribadi demi memastikan upaya pemadaman tetap berjalan.

Menurut cerita yang diterimanya, para relawan mengumpulkan uang dengan nominal beragam, mulai dari Rp10.000, Rp15.000, hingga Rp20.000. Uang tersebut digunakan untuk membeli bensin agar mesin pompa air dapat terus beroperasi.

“Jadi di sini ada masyarakat yang sebagai relawan mandiri, mereka ikut madamin setiap hari. Dan tahu nggak, buat beli bensin, buat ngidupin mesin ya, mereka itu patungan dari uang mereka masing-masing: Rp10.000, kadang Rp15.000, Rp20.000,” kata Zaskia.

Zaskia menyebut para relawan melakukan upaya pemadaman secara mandiri karena belum mendapatkan dukungan yang memadai. Akibatnya, warga harus menghadapi kebakaran dengan keterbatasan peralatan, termasuk alat pelindung diri (APD).

“Jadi emang karena nggak ada support, ya mereka bener-bener mandiri tanpa APD lengkap. Ya karena mereka bilang harus ngejaga dari sekitar,” lanjutnya.

Dalam video tersebut, Zaskia juga memperlihatkan penggunaan mesin pompa air untuk membantu memadamkan api. Ia menyebut kobaran kebakaran telah menjalar hingga mendekati kawasan permukiman warga.

“Karena ini udah sampai ke dekat-dekat pemukiman warga gitu,” tuturnya.

Kondisi tersebut membuat perjuangan para relawan semakin berat. Selain menghadapi risiko kebakaran, mereka juga harus memikirkan biaya operasional meski memiliki keterbatasan ekonomi.

Bagi Zaskia, perjuangan warga terasa semakin menyentuh karena para relawan tidak menerima bayaran atas upaya yang mereka lakukan. Mereka bahkan harus menyisihkan uang pribadi untuk membeli bahan bakar dan memenuhi kebutuhan operasional pemadaman.

“Jadi yang bikin terharu, mereka relawan mandiri, mereka nggak digaji. Bahkan mereka untuk memadamkan, untuk mereka butuh bahan bakar, mereka patungan, dan tidak dalam kondisi berlebih gitu, jadi dalam kondisi yang terbatas juga,” ungkapnya.

Zaskia mengaku baru mengunjungi satu titik kebakaran, tetapi sudah merasa berat setelah mendengar cerita dan melihat langsung kondisi warga di lapangan.

Ia membayangkan perjuangan masyarakat yang harus menghadapi karhutla selama berbulan-bulan. Menurutnya, kondisi di sejumlah lokasi lain, termasuk Palangkaraya, bahkan memiliki titik kebakaran yang lebih parah.

“Baru satu titik udah berat banget. Berbulan-bulan mereka gini kayak… apalagi nyampe Palangkaraya nih yang titiknya lebih berat,” kata Zaskia.

Melalui unggahannya, Zaskia memperlihatkan perjuangan relawan mandiri yang berupaya melindungi lingkungan dan permukiman warga dari ancaman karhutla. Kunjungannya ke Kalimantan menjadi bagian dari upayanya untuk membantu masyarakat terdampak sekaligus memperlihatkan kondisi yang dihadapi warga di lokasi kebakaran.

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update