Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan Domestik
Karhutla mengganggu 2.604 penerbangan domestik hingga 19 Oktober 2026. Kemenhub memperketat pengawasan dan mengimbau penumpang mengecek jadwal.
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan operasional penerbangan di berbagai wilayah Indonesia menyusul meluasnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan di tengah penurunan jarak pandang akibat kabut asap.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub meningkatkan koordinasi, pemantauan, dan penerapan langkah mitigasi di bandara terdampak. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan tetap memenuhi standar keselamatan.
"Kami terus memperkuat pemantauan dan pengawasan operasional penerbangan menyusul dampak karhutla yang menyebabkan gangguan penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan data hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 2.604 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla sejak 11 Agustus 2026. Jumlah tersebut bertambah 146 penerbangan dibandingkan data per 17 Oktober 2026 yang mencapai 2.458 penerbangan.
Rincian gangguan penerbangan domestik akibat karhutla meliputi:
- Keterlambatan (delay): 1.129 penerbangan.
- Pembatalan atau penundaan (cancelled/postponed): 1.420 penerbangan.
- Pengalihan ke bandara lain (divert): 23 penerbangan.
- Kembali ke bandara asal (return to base/RTB): 6 penerbangan.
- Pemajuan jadwal (advance): 26 penerbangan.
- Selain mengganggu penerbangan domestik, kabut asap juga menyebabkan pembatalan 14 penerbangan internasional.
Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang-pergi (PP) pada 12–23 September 2026 dibatalkan akibat asap di Bandara Supadio. Sementara itu, dua penerbangan rute Singapura–Palembang PP pada 15 Oktober 2026 dibatalkan karena pekatnya asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Pada periode 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas ke Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara. Wilayah tersebut menyusul sejumlah daerah yang sebelumnya telah terdampak, seperti Kalimantan, Papua, dan Sumatera.
Sejumlah bandara yang mengalami gangguan meliputi Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Bandara Sultan Babullah di Ternate, Bandara Pattimura di Ambon, Bandara Mozes Kilangin di Timika, dan Bandara Domine Eduard Osok di Sorong.
Gangguan juga terjadi di Bandara Supadio di Pontianak, Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, serta Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang. Sejumlah bandara lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua turut terdampak.
Penurunan jarak pandang akibat kabut asap berdampak langsung terhadap proses pendaratan, lepas landas, hingga pergerakan pesawat di landasan. Kondisi tersebut membuat penyesuaian operasional diperlukan untuk menjaga keselamatan penerbangan.
Di luar dampak karhutla, terdapat pula 22 penerbangan domestik berjadwal yang dibatalkan akibat faktor lain. Penyebabnya antara lain abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kendala teknis dan perawatan pesawat.
Lukman menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Setiap penyesuaian jadwal dilakukan berdasarkan evaluasi keselamatan, kondisi cuaca, dan jarak pandang di lapangan.
"Karena itu, penyesuaian jadwal penerbangan dapat dilakukan apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan operasional berlangsung secara aman," kata Lukman.
Untuk mengurangi risiko, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menginstruksikan pengelola bandara terdampak agar mengaktifkan prosedur Low Visibility Procedures (LVP) atau prosedur operasional saat jarak pandang rendah.
Pengelola bandara juga diminta memperkuat koordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) sesuai kebutuhan, serta meningkatkan kesiapsiagaan di sisi udara (airside).
Selain itu, pelayanan penumpang perlu dioptimalkan melalui pembaruan informasi secara berkala dan pembagian masker di area terdampak.
Selain menjaga keselamatan penerbangan komersial, fasilitas bandara di wilayah terdampak juga dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman karhutla melalui udara atau water bombing.
Pada periode 20 April hingga 17 Oktober 2026, operasi pemadaman dari udara tercatat mencapai 5.218 flight cycle dengan melibatkan 38 pesawat dari 11 operator.
Dukungan bandara mencakup penyediaan area parkir pesawat dan helikopter, prioritas slot penerbangan, pendirian posko pemantauan, serta penyiapan pasokan air dan bahan bakar untuk menunjang operasi pemadaman.
Melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar operasional penerbangan tetap berjalan sesuai standar keselamatan.
Kemenhub mengimbau masyarakat untuk memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara. Calon penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan jadwal akibat kabut asap.
"Kepada masyarakat, kami mengimbau agar memantau informasi penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan jadwal,” imbau Lukman.
Kemenhub meminta calon penumpang tetap tenang dan memahami bahwa penyesuaian jadwal dilakukan demi keselamatan bersama. Masyarakat juga diimbau hanya mengacu pada informasi resmi yang telah terverifikasi untuk memperoleh pembaruan terkait keberangkatan maupun pembatalan penerbangan.
