Utang Argentina ke IMF Tembus Rp1.024 Triliun, Ini Daftar 10 Negara Teratas
Argentina menempati posisi pertama sebagai negara dengan outstanding pinjaman terbesar kepada Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF). Berdasarkan data yang dikutip per 15 Oktober 2026, nilai pinjaman Argentina kepada lembaga keuangan internasional tersebut mencapai US$56,8 miliar atau setara Rp1.024 triliun.
Besarnya pinjaman tersebut mencerminkan kebutuhan pembiayaan Argentina dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Sejumlah negara juga memanfaatkan fasilitas pinjaman IMF untuk mendukung program pemulihan ekonomi, menjaga stabilitas keuangan, serta memperkuat posisi eksternal, termasuk cadangan devisa.
Di posisi kedua, Ukraina tercatat memiliki outstanding pinjaman kepada IMF sebesar US$14,4 miliar atau sekitar Rp259,8 triliun. Nilai tersebut jauh di bawah Argentina, dengan selisih lebih dari US$42 miliar.
Pakistan menempati urutan ketiga dengan pinjaman sebesar US$10,8 miliar atau setara Rp194,8 triliun. Berikutnya, Mesir berada di posisi keempat dengan outstanding US$10,6 miliar atau sekitar Rp191,2 triliun.
Ekuador melengkapi lima besar negara dengan pinjaman IMF terbesar. Negara Amerika Selatan tersebut tercatat memiliki kewajiban pinjaman sebesar US$9,4 miliar atau setara Rp169,6 triliun.
Daftar 10 Negara dengan Utang IMF Terbesar
Berikut daftar 10 negara dengan outstanding pinjaman IMF terbesar berdasarkan data yang dikutip per pertengahan Oktober 2026:
-
Argentina: US$56,8 miliar atau sekitar Rp1.024 triliun.
-
Ukraina: US$14,4 miliar atau sekitar Rp259,8 triliun.
-
Pakistan: US$10,8 miliar atau sekitar Rp194,8 triliun.
-
Mesir: US$10,6 miliar atau sekitar Rp191,2 triliun.
-
Ekuador: US$9,4 miliar atau sekitar Rp169,6 triliun.
-
Pantai Gading: US$5,6 miliar atau sekitar Rp101 triliun.
-
Ghana: US$4 miliar atau sekitar Rp72,2 triliun.
-
Bangladesh: US$3,9 miliar atau sekitar Rp70,3 triliun.
-
Kenya: US$3,8 miliar atau sekitar Rp68,5 triliun.
-
Republik Demokratik Kongo: US$3,3 miliar atau sekitar Rp59,5 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Argentina memiliki outstanding pinjaman jauh lebih besar dibandingkan negara-negara lain dalam daftar. Sementara itu, posisi negara lain tersebar di kawasan Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Indonesia Tercatat Tidak Memiliki Outstanding Pinjaman IMF
Berbeda dengan negara-negara tersebut, Indonesia dilaporkan tidak lagi memiliki pinjaman IMF yang belum dilunasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia telah menyelesaikan kewajiban pinjaman kepada lembaga tersebut dari program sebelumnya.
Meski demikian, tidak adanya outstanding pinjaman IMF tidak serta-merta berarti suatu negara terbebas dari seluruh risiko ekonomi atau kewajiban utang. Kondisi fiskal, stabilitas nilai tukar, pertumbuhan ekonomi, serta struktur utang pemerintah tetap menjadi faktor penting dalam menilai ketahanan ekonomi suatu negara.
Perlu dipahami pula bahwa data outstanding pinjaman IMF menggambarkan jumlah pinjaman yang masih terutang kepada lembaga tersebut, bukan keseluruhan utang luar negeri suatu negara. Karena itu, angka tersebut tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator untuk membandingkan tingkat kesehatan ekonomi antarnegara.
