Asap Karhutla Terdeteksi di Jakarta, Empat Wilayah Catat Kualitas Udara Tidak Sehat
Sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi memasuki wilayah DKI Jakarta pada Jumat (16/10/2026). Dua hari kemudian, pemantauan kualitas udara menunjukkan empat wilayah Ibu Kota berada dalam kategori tidak sehat pada Minggu (18/10/2026) siang.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebelumnya menyampaikan bahwa keberadaan asap terdeteksi melalui pengamatan satelit Himawari. Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat melakukan langkah perlindungan mandiri untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara.
Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup pintu dan jendela rumah, serta membatasi aktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta memantau informasi resmi dari instansi terkait untuk mengetahui perkembangan kualitas udara.
“Pemprov DKI Jakarta terus berkolaborasi mengantisipasi potensi penurunan kualitas udara akibat sebaran asap yang terdeteksi satelit,” demikian pernyataan Pemprov DKI Jakarta pada Sabtu (17/10/2026),
Empat Wilayah Jakarta Catat Udara Tidak Sehat
Berdasarkan data pemantauan kualitas udara pada Minggu (18/10/2026) pukul 13.44 WIB, empat wilayah di Jakarta tercatat memiliki Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dalam kategori tidak sehat.
Berikut rincian wilayah dan nilai ISPU yang dilaporkan:
-
Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat: ISPU 122.
-
Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur: ISPU 114.
-
Kebon Jeruk, Jakarta Barat: ISPU 111.
-
Kelapa Gading, Jakarta Utara: ISPU 110.
Pada keempat lokasi tersebut, PM2.5 tercatat sebagai parameter pencemar udara yang terpantau. PM2.5 merupakan partikel halus berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan berisiko mengganggu kesehatan.
Selain Jakarta, kualitas udara hingga kategori berbahaya juga dilaporkan terpantau di 11 wilayah lainnya. Daerah tersebut meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Kampar, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Pelalawan, Kota Palembang, Kabupaten Bengkalis, serta Kecamatan Bunga Raya di Kabupaten Siak.
Perbedaan tingkat pencemaran di setiap wilayah menunjukkan pentingnya pemantauan kualitas udara secara berkala. Masyarakat perlu memperhatikan informasi sesuai lokasi masing-masing karena kondisi udara dapat berubah dalam waktu singkat.
BMKG Deteksi Sebaran Asap hingga Jabodetabek
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melalui keterangan resmi pada Sabtu (17/10/2026), menyebutkan bahwa asap karhutla terdeteksi memasuki wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Jumat (16/10/2026).
Berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran asap juga terdeteksi mencapai Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Namun, menurut laporan tersebut, keberadaan asap di wilayah Jawa bagian barat berlangsung sementara.
Temuan ini menjadi perhatian karena asap karhutla dapat memengaruhi kualitas udara di wilayah yang jauh dari lokasi kebakaran. Pergerakan asap dipengaruhi kondisi atmosfer dan arah angin sehingga pemantauan meteorologi diperlukan untuk memahami sebarannya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi paparan udara luar ketika kualitas udara memburuk, terutama anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung. Penggunaan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus dapat menjadi salah satu langkah perlindungan ketika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari.
Pemantauan kualitas udara dan perkembangan sebaran asap secara berkala tetap diperlukan untuk membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan sesuai kondisi terkini.
