Selasa, 27 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Saham BBCA Anjlok 38,82% Sepanjang 2026, Jadi Pemberat Terbesar IHSG

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 27 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Saham BBCA Anjlok 38,82% Sepanjang 2026, Jadi Pemberat Terbesar IHSG

 

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (26/10/2026). Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut ditutup melemah 1,69% ke level Rp4.940 per saham, di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,85 triliun di pasar saham domestik.

Berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG berakhir turun 66,164 poin atau 1,22% ke posisi 5.373,094. Dalam perdagangan tersebut, BBCA memberikan kontribusi negatif sebesar 7,74 poin terhadap indeks.

Koreksi pada saham BBCA menambah tekanan yang telah berlangsung sejak awal tahun. Secara year-to-date (YTD), harga saham perseroan tercatat turun 38,82%. Dalam daftar top laggards BEI, BBCA menjadi saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG sepanjang 2026, yakni 295,15 poin.

Pada perdagangan Senin, harga BBCA turun Rp85 dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp5.025. Saham tersebut bergerak dalam rentang Rp4.940 hingga Rp5.075 sebelum berakhir pada level terendah hariannya.

Tekanan juga tercermin dari transaksi investor asing. Data BEI menunjukkan investor asing membukukan net sell sekitar Rp1,85 triliun, berasal dari transaksi beli sekitar Rp4,79 triliun dan transaksi jual sekitar Rp6,64 triliun.

Sebaliknya, investor domestik mencatat pembelian sekitar Rp10,20 triliun dan penjualan Rp8,34 triliun. Meski demikian, aktivitas beli investor domestik tersebut tidak mencegah IHSG berakhir di zona merah.

Secara kumulatif sejak awal 2026, jual bersih investor asing di pasar saham Indonesia mencapai Rp96,72 triliun. Angka ini menggambarkan besarnya arus dana keluar yang tercatat sepanjang tahun berjalan.

Di tengah tekanan pasar, aktivitas perdagangan di BEI tetap ramai. Nilai transaksi saham pada Senin mencapai sekitar Rp14,98 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 36,13 miliar saham.

BBCA menjadi saham dengan nilai transaksi terbesar, yakni sekitar Rp1,82 triliun. Saham ini juga mencatat frekuensi perdagangan tertinggi, sekitar 73.953 kali, menunjukkan tingginya aktivitas transaksi di tengah pelemahan harga.

Koreksi BBCA Lebih Dalam dari BBRI dan BMRI

Dibandingkan dua bank besar lainnya, koreksi saham BBCA sejak awal tahun tercatat lebih dalam. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 20,49% secara YTD, sedangkan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 23,33%.

Pergerakan ketiga saham pada perdagangan Senin juga berbeda. BBRI ditutup stagnan di level Rp2.910 per saham, sementara BMRI menguat 0,26% ke Rp3.910 per saham. Pada saat yang sama, BBCA terkoreksi 1,69% ke Rp4.940 per saham.

Meski mengalami koreksi paling dalam di antara ketiganya, BBCA masih memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Nilai kapitalisasi pasar BBCA tercatat sekitar Rp603 triliun, diikuti BBRI sebesar Rp437 triliun dan BMRI sebesar Rp361 triliun.

Pergerakan saham BBCA menjadi salah satu faktor yang membebani IHSG pada perdagangan tersebut. Namun, data satu hari perdagangan dan koreksi harga sepanjang tahun belum cukup untuk memastikan penyebab utama pelemahan saham maupun menentukan arah pergerakan berikutnya.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update