Selasa, 27 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Gaung Garuda 2026 di Hannover Hadirkan Musik, Kuliner, dan Misi Sosial

✍️ Fernando 🕒 27 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover sukses menggelar Gaung Garuda 2026.
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover sukses menggelar Gaung Garuda 2026. Foto: Istimewa

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover sukses menggelar Gaung Garuda 2026, festival musik, budaya, dan kuliner Indonesia yang dihadiri sekitar 1.000 pengunjung dari berbagai wilayah di Jerman dan sejumlah negara Eropa, seperti Belanda, Austria, dan Swiss.

HANNOVER – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hannover sukses menggelar Gaung Garuda 2026, festival musik, budaya, dan kuliner Indonesia yang dihadiri sekitar 1.000 pengunjung dari berbagai wilayah di Jerman dan sejumlah negara Eropa, seperti Belanda, Austria, dan Swiss.

Mengusung tema “A Celestial Night”, festival yang berlangsung di Kulturzentrum Faust, Hannover, Jerman, ini menjadi ajang silaturahmi diaspora Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional.

Antusiasme tidak hanya datang dari warga Indonesia yang tinggal di Eropa, tetapi juga masyarakat lokal Hannover yang turut menikmati beragam pertunjukan dan sajian khas Indonesia.

Penampilan penyanyi Tulus menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam festival tersebut. Suasana konser berlangsung hangat dan intim ketika para penonton bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan. Paduan suara dari sekitar 1.000 pengunjung menciptakan pengalaman musikal yang meriah sekaligus dekat dengan para penonton.

Selain menghadirkan musisi ternama, Gaung Garuda 2026 memberikan kesempatan kepada mahasiswa Indonesia di Jerman untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka. Sejumlah grup musik yang beranggotakan pelajar Indonesia turut tampil, menjadikan festival ini sebagai wadah bagi talenta diaspora untuk berkarya dan memperluas jangkauan penampilan mereka.

Suasana festival semakin semarak dengan kehadiran bazar kuliner yang menyajikan beragam hidangan khas Nusantara. Pengunjung dapat menikmati nasi Padang, nasi rames, aneka hidangan ala warteg, jajanan pasar, hingga kue basah tradisional.

Melalui sajian kuliner tersebut, pengunjung tidak hanya menikmati cita rasa Indonesia, tetapi juga mengenal keberagaman tradisi kuliner yang menjadi bagian dari identitas budaya bangsa.

Gaung Garuda 2026 turut dihadiri perwakilan diplomatik Indonesia, di antaranya Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jerman Fajar Wirawan Harijo dan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Hamburg Renata Siagian. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap inisiatif mahasiswa Indonesia dalam memperkuat hubungan sosial dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jerman.

Wakil Ketua Pelaksana Gaung Garuda 2026, Vicko Jacklaudy, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarmahasiswa serta membuka kesempatan bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang.

“Gaung Garuda berangkat dari semangat kebersamaan komunitas mahasiswa Indonesia di perantauan. Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar konser, melainkan ruang untuk membangun koneksi, berbagi pengalaman, dan memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda Indonesia di Jerman untuk tampil dan berkembang. Melihat antusiasme penonton dari berbagai negara menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujar Vicko.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2013 sebagai pentas seni komunitas lokal, Gaung Garuda terus berkembang. Mulai 2022, festival ini menghadirkan musisi ternama Indonesia, seperti Nadin Amizah dan Isyana Sarasvati. Pada penyelenggaraan 2026, Tulus menjadi salah satu penampil utama.

Perkembangan tersebut menunjukkan transformasi Gaung Garuda dari kegiatan komunitas mahasiswa menjadi festival budaya yang mampu menarik perhatian masyarakat lintas negara.

Di balik kemeriahan pertunjukan, Gaung Garuda juga membawa misi sosial melalui konsep kegiatan amal atau charity event. Penyelenggaraan tahun ini menghasilkan keuntungan sekitar Rp40 juta yang direncanakan untuk disalurkan dalam bentuk bantuan buku bagi sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Indonesia.

Hingga saat ini, penentuan sekolah penerima manfaat dan mekanisme penyaluran bantuan tersebut masih dalam tahap persiapan.

Ketua PPI Hannover, Arya Saman, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Indonesia di luar negeri untuk mendukung kemajuan pendidikan di Tanah Air.

“Bagi kami, keberhasilan Gaung Garuda tidak semata-mata diukur dari jumlah penonton atau kemeriahan acara. Kami ingin menunjukkan bahwa pelajar Indonesia di luar negeri mampu menjadi jembatan budaya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi tanah air. Melalui hasil penyelenggaraan tahun ini, kami berharap dapat mendukung akses pendidikan bagi anak-anak di daerah 3T. Walaupun berada jauh dari Indonesia, kepedulian dan tanggung jawab kami terhadap tanah air tetap menjadi bagian dari identitas kami,” ujar Arya.

Melalui Gaung Garuda 2026, PPI Hannover berharap festival tersebut dapat terus memperkuat hubungan antarkomunitas Indonesia di Eropa, membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat internasional, serta menjadikan seni dan budaya sebagai jembatan persahabatan lintas bangsa.

Penyelenggaraan tahun ini sekaligus memperlihatkan peran mahasiswa Indonesia di luar negeri dalam mempromosikan budaya Nusantara sekaligus menghadirkan kontribusi sosial bagi masyarakat di Tanah Air.

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update