Selasa, 27 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Konser Ye di GBK Hasilkan Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar

✍️ tino 🕒 27 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar hingga Okupansi Hotel Hampir 100 Persen. Tripodnews/HO
Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar hingga Okupansi Hotel Hampir 100 Persen. Tripodnews/HO

Jakarta, Tripodnews.id - Konser musisi asal Amerika Serikat (AS), Ye, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp600 miliar. Kementerian Pariwisata menilai konser internasional tersebut menunjukkan besarnya potensi wisata musik (music tourism) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, dampak ekonomi konser Ye tidak hanya berasal dari penjualan tiket, tetapi juga aktivitas berbagai sektor pendukung, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga perdagangan merchandise dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Wisatawan yang datang untuk menikmati konser tidak hanya membeli tiket pertunjukan. Mereka juga menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, berbelanja, dan memiliki kesempatan menjelajahi destinasi wisata lainnya,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).

Konser bertajuk Ye Live in Jakarta tersebut digelar pada Sabtu (24/10/2026) sebagai bagian dari rangkaian Ye Live Concert Tour yang telah berlangsung sejak 1 April 2026.

Jakarta menjadi satu-satunya lokasi konser Ye di kawasan Asia Tenggara. Hal ini turut menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Indonesia dan memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Berdasarkan data penyelenggara, Raw Vision Collective, konser tersebut dihadiri sekitar 70.000 penonton. Dari jumlah itu, sekitar 25.000 penonton berasal dari luar negeri, termasuk Australia, Singapura, dan Tiongkok.

Konser Ye Dongkrak Okupansi Hotel dan Buka Lapangan Kerja

Besarnya jumlah penonton konser Ye di GBK turut memberikan dampak terhadap sektor akomodasi di Jakarta.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan tingkat okupansi hotel di sekitar lokasi konser meningkat hingga mendekati 100 persen.

Lonjakan kunjungan tersebut menunjukkan bahwa konser internasional berpotensi meningkatkan permintaan terhadap layanan perhotelan dan usaha pendukung pariwisata lainnya.

Selain mendorong tingkat hunian hotel, penyelenggaraan konser Ye juga melibatkan sekitar 5.000 pekerja. Mereka mencakup tenaga produksi, operasional belakang panggung, serta berbagai tenaga pendukung penyelenggaraan acara.

Menurut Widiyanti, kondisi tersebut memperlihatkan kemampuan pariwisata berbasis acara atau event tourism dalam menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan.

“Inilah kekuatan sesungguhnya dari pariwisata berbasis event. Satu konser internasional dapat menghidupkan banyak sektor ekonomi sekaligus, dari hotel, restoran, transportasi, UMKM, hingga membuka kesempatan kerja bagi ribuan orang,” jelas Widiyanti.

Ia menilai, wisata musik dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas manfaat pariwisata, terutama melalui peningkatan belanja wisatawan dan terbukanya peluang usaha bagi masyarakat.

Kementerian Pariwisata Dukung Perizinan Konser Ye

Kementerian Pariwisata menyatakan telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan konser Ye sejak tahap persiapan.

Dukungan tersebut meliputi penerbitan surat rekomendasi penyelenggaraan kegiatan untuk pengajuan perizinan konser, rekomendasi terkait visa, serta dukungan kemudahan keimigrasian bagi pihak yang berkepentingan.

Kementerian Pariwisata juga menerbitkan surat rekomendasi terkait kepabeanan untuk mendukung kebutuhan peralatan konser internasional tersebut.

Dukungan itu dibahas ketika Widiyanti menerima audiensi CEO Raw Vision Collective beserta tim pada 24 Agustus 2026.

Selanjutnya, pada 15 September 2026, Kementerian Pariwisata bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pihak penyelenggara menggelar konferensi pers untuk memaparkan potensi kontribusi konser Ye terhadap sektor pariwisata dan perekonomian nasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah dan penyelenggara acara dalam menghadirkan pertunjukan musik berskala internasional di Indonesia.

Wisata Musik Berpotensi Perkuat Pariwisata Indonesia

Kementerian Pariwisata menilai penyelenggaraan konser internasional memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi acara musik dunia.

Selain menarik wisatawan mancanegara, acara berskala besar juga berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal melalui belanja wisatawan, pemanfaatan jasa transportasi, peningkatan okupansi hotel, serta keterlibatan pelaku UMKM.

Widiyanti menegaskan, pemerintah berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem penyelenggaraan acara yang kondusif agar semakin banyak promotor internasional memilih Indonesia sebagai lokasi konser dan pertunjukan musik.

“Penyelenggaraan event internasional membutuhkan kesiapan, kolaborasi, dan koordinasi yang kuat. Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem yang kondusif agar semakin banyak penyelenggara internasional memilih Indonesia sebagai destinasi konser dan pertunjukan musik kelas dunia,” pungkas Widiyanti.

Dengan perputaran ekonomi yang dilaporkan mencapai Rp600 miliar, konser Ye di Jakarta menjadi gambaran potensi wisata musik sebagai penggerak ekonomi. Ke depan, penguatan infrastruktur, koordinasi perizinan, dan keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi faktor penting agar manfaat penyelenggaraan konser internasional dapat menjangkau lebih banyak sektor dan masyarakat.

T
tinoRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update