Selasa, 27 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

APBN Hanya 15% dari PDB, Sektor Swasta dan Masyarakat Penentu Ekonomi

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 27 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Menteri Keuangan Suahasil Nazara
Menteri Keuangan Suahasil Nazara

 

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, porsi APBN diperkirakan sekitar 14%–15% dari produk domestik bruto (PDB), sementara sebagian besar aktivitas ekonomi berlangsung melalui kegiatan masyarakat dan dunia usaha.

Menurut Suahasil, konsumsi rumah tangga, investasi perusahaan, dan aktivitas ekspor merupakan komponen penting yang turut menentukan besarnya perekonomian nasional. Karena itu, upaya meningkatkan pertumbuhan perlu melibatkan seluruh pelaku ekonomi, tidak terbatas pada belanja pemerintah.

“APBN itu ya mungkin hanya sekitar 14-15 persen (dari PDB). Ukuran kesejahteraan adalah produk domestik bruto. Pertanyaannya kalau APBN-nya 15 persen, 85 persen lagi siapa yang menciptakan?” ujar Suahasil dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Ia menjelaskan, kebijakan fiskal perlu diselaraskan dengan aktivitas ekonomi di luar anggaran negara. Dengan pendekatan tersebut, pertumbuhan ekonomi diharapkan turut ditopang oleh kemampuan sektor swasta dan masyarakat dalam memperluas kegiatan produktif.

Pemerintah juga perlu memastikan belanja negara menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas. Menurut Suahasil, alokasi anggaran sebaiknya diarahkan pada program yang memiliki efek pengganda atau multiplier effect, sehingga dapat mendorong investasi, meningkatkan aktivitas usaha, dan membuka lapangan kerja.

“Kita tahu yang diperlukan oleh negara kita adalah bagaimana mengorkestrasi keseluruhan perekonomian, mengorkestrasi seluruh pelaku ekonomi, sehingga kemudian bisa bersama-sama memaksimalkan produk domestik bruto,” katanya.

Pandangan tersebut menempatkan APBN sebagai salah satu instrumen untuk mendorong aktivitas ekonomi, bukan satu-satunya sumber pertumbuhan. Dampak belanja pemerintah juga bergantung pada keterkaitannya dengan kegiatan produksi, investasi, konsumsi, dan keputusan ekonomi para pelaku usaha.

Di sisi lain, Suahasil mengingatkan bahwa kebijakan fiskal tidak hanya bertujuan mendorong pertumbuhan. APBN juga harus berperan menjaga stabilitas ekonomi ketika menghadapi tekanan serta mempertahankan kredibilitas pengelolaan keuangan negara.

Dalam agenda pembangunan, pemerintah turut mengandalkan Danantara sebagai instrumen investasi negara. Kehadiran instrumen tersebut diharapkan melengkapi peran APBN dalam mendukung investasi dan menggerakkan kegiatan ekonomi nasional.

Dengan demikian, strategi yang disampaikan Suahasil menekankan pentingnya koordinasi antara kebijakan fiskal, investasi, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah diharapkan mampu menciptakan kondisi yang mendorong sektor swasta dan rumah tangga berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan, sembari menjaga stabilitas dan kredibilitas keuangan negara.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update