Senin, 02 Nov 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Otomotif
Otomotif

PT PAL Baru Bayar US$2,1 Juta, Kewajiban kepada PT Timah Berlanjut hingga 2027

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
PT PAL Baru Bayar US$2,1 Juta, Kewajiban kepada PT Timah Berlanjut hingga 2027

 

PT Timah Tbk (TINS) masih mencatat tagihan kepada PT PAL Indonesia terkait proyek pembangunan kapal tanker kimia yang dimulai pada 2008. Penyelesaian kewajiban tersebut belum tuntas dan masih berlangsung berdasarkan skema pembayaran bertahap hingga Oktober 2027.

Berdasarkan catatan laporan keuangan konsolidasian interim kuartal III-2026, kerja sama kedua perusahaan mencakup pembangunan satu unit kapal tanker kimia berkapasitas 24.000 deadweight tonnage (DWT) dengan nomor Hull 242. Nilai maksimum kontrak proyek tersebut ditetapkan sebesar US$7 juta.

Namun, pengerjaan kapal tidak berjalan sesuai rencana. Pada 2010, calon pembeli membatalkan perjanjian pembelian dengan PT PAL setelah terjadi keterlambatan dalam proses penyelesaian pembangunan kapal.

Pembatalan tersebut kemudian diikuti sejumlah kesepakatan antara PT Timah dan PT PAL untuk menyelesaikan kewajiban yang masih tersisa. Kedua perusahaan beberapa kali melakukan pembaruan kesepakatan pembayaran.

Dalam kesepakatan terakhir pada 3 Juli 2023, PT PAL berkomitmen melunasi kewajibannya melalui pembayaran secara bertahap. Jadwal pembayaran tersebut dimulai pada Oktober 2023 dan direncanakan berlangsung hingga Oktober 2027.

Hingga 30 September 2026, pembayaran yang telah dilakukan PT PAL tercatat sebesar US$2.104.667 atau sekitar US$2,1 juta.

"Sejak Oktober 2023 sampai dengan 30 September 2026, PT PAL sudah melakukan pembayaran sebesar USD2.104.667," tulis manajemen PT Timah dalam catatan laporan keuangan.

Dengan demikian, penyelesaian tagihan tersebut masih mengikuti jadwal pembayaran yang telah disepakati kedua perusahaan. Pembayaran yang telah diterima hingga September 2026 belum menandai berakhirnya seluruh kewajiban PT PAL.

Dalam laporan keuangan yang sama, PT Timah juga mengungkapkan telah membentuk cadangan penurunan nilai atas tagihan tersebut. Pencatatan ini dilakukan sebagai langkah akuntansi untuk mengantisipasi risiko sebagian piutang tidak dapat ditagih sepenuhnya.

Cadangan penurunan nilai mencerminkan pertimbangan perusahaan terhadap risiko penagihan piutang. Namun, pencadangan tersebut tidak dengan sendirinya berarti seluruh tagihan telah dinyatakan tidak tertagih.

Riwayat proyek yang telah berlangsung sejak 2008 dan jadwal pembayaran yang masih berjalan hingga 2027 menjadikan penyelesaian kewajiban PT PAL sebagai salah satu pos yang masih perlu dicermati dalam laporan keuangan PT Timah.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update