Selasa, 20 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › News
News

Protes Kenaikan Biaya Hidup di Milan Berujung Ricuh, Toko Dijarah dan Ratusan Orang Ditahan

✍️ tino 🕒 19 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Seorang pemilik toko membersihkan bagian depan tokonya yang rusak akibat unjuk rasa menentang tingginya biaya hidup di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Tripodnews/AFP
Seorang pemilik toko membersihkan bagian depan tokonya yang rusak akibat unjuk rasa menentang tingginya biaya hidup di Paris, Prancis, Minggu (18/10/2026). Tripodnews/AFP

Milan, Tripodnews.id - Kerusuhan kembali terjadi di pusat Kota Milan, Italia, setelah sekelompok pemuda merusak kaca etalase dan menjarah sejumlah toko di kawasan Piazza del Duomo. Insiden ini berlangsung sehari setelah bentrokan dalam aksi protes menentang kenaikan biaya hidup.

Menurut laporan surat kabar La Repubblica, Minggu (18/10/2026), sedikitnya 2.000 pemuda dilaporkan terlibat dalam kerusuhan tersebut. Mereka merusak kaca etalase menggunakan tempat sampah, kursi, dan sepeda listrik sebelum menerobos masuk ke sejumlah toko.

Toko perlengkapan olahraga dan supermarket menjadi sasaran penjarahan dalam insiden tersebut. Meski demikian, hingga laporan itu disusun, belum ada informasi mengenai bentrokan besar terbaru di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi situasi yang memburuk, kepolisian Italia menambah personel di sekitar Piazza del Duomo. Mobil patroli dan petugas keamanan disiagakan di lokasi, sementara kendaraan meriam air disiapkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan bentrokan lanjutan.

Sementara itu, siaran langsung surat kabar Corriere della Sera melaporkan situasi di pusat Kota Milan terpantau tenang. Meski demikian, polisi dengan perlengkapan khusus telah dikerahkan ke sejumlah ruas jalan untuk menjaga keamanan.

Seruan untuk kembali berkumpul di Piazza del Duomo juga beredar melalui media sosial sejak Minggu pagi. Kondisi ini membuat aparat keamanan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan aksi lanjutan.

Kepolisian Negara Italia menyatakan sebanyak 197 orang telah dibawa untuk menjalani pemeriksaan identitas selama rangkaian kerusuhan di Milan, Bologna, Turin, dan sejumlah kota lainnya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 28 orang dilaporkan ditangkap, termasuk 12 anak di bawah umur dan enam warga negara asing.

Selain itu, sebanyak 141 petugas penegak hukum dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi selama rangkaian kerusuhan tersebut.

Angka-angka itu menggambarkan dampak keamanan dari aksi protes yang berkembang menjadi kerusuhan di sejumlah kota Italia.

Kerusuhan yang disertai perusakan dan penjarahan tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap aktivitas ekonomi dan dunia usaha.

Asosiasi pengusaha Italia, Unimpresa, memperkirakan kerugian akibat kerusuhan mencapai sekitar 1,3 juta euro atau setara Rp26,3 miliar.

Kerugian tersebut diperkirakan berkaitan dengan dampak kerusakan yang ditimbulkan selama kerusuhan. Namun, rincian mengenai jumlah toko yang terdampak dan besaran kerugian masing-masing usaha belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Aksi protes menentang kenaikan biaya hidup sebelumnya menjadi latar belakang meningkatnya ketegangan di pusat Kota Milan. Situasi tersebut kemudian berkembang menjadi perusakan fasilitas dan penjarahan sejumlah toko.

Pihak kepolisian masih meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan susulan. Masyarakat pun diharapkan tetap mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan keamanan di Milan dan kota-kota lain yang terdampak.

T
tinoRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update