Selasa, 20 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Saham RANS Milik Raffi Ahmad ARB ke Rp138, Jauh di Bawah Harga IPO

✍️ tino 🕒 19 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir, Pendiri Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Founder RANS Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin menyaksikan layar pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/07/2026). Tripodnews/ANTARA
Presiden Direktur PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Garibaldi Thohir, Pendiri Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam), Founder RANS Raffi Ahmad, Direktur Utama RANS Nagita Slavina, dan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Saidu Solihin menyaksikan layar pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/07/2026). Tripodnews/ANTARA

Jakarta, Tripodnews.id - Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), perusahaan yang didirikan oleh Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin (19/10/2026).

Berdasarkan data perdagangan yang disampaikan, saham RANS terkoreksi 10 poin atau 6,75% ke level Rp138 per saham. Harga tersebut berada di bawah harga penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp170 per saham.

Dengan posisi tersebut, saham RANS telah turun sekitar 18,82% dibandingkan harga IPO. Sepanjang perdagangan hari itu, level Rp138 per saham juga menjadi harga terendah yang tercatat.

Saham RANS dilaporkan kesulitan bangkit dari posisi ARB hingga perdagangan siang. Kondisi ini menambah tekanan terhadap kinerja saham emiten sektor media dan hiburan tersebut di pasar modal.

Nilai transaksi saham RANS hingga perdagangan siang dilaporkan mencapai Rp435 miliar, dengan volume transaksi sebanyak 3,1 juta saham dan frekuensi perdagangan 684 kali.

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026. Melalui IPO tersebut, perseroan menghimpun dana sebesar Rp429,25 miliar dengan melepas 2,525 miliar saham baru, setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. <Cite refs={["turn197806search0","turn197806search2"]}/>

Saat penawaran umum perdana, saham RANS ditetapkan pada harga Rp170 per lembar. Pada perdagangan perdananya, saham tersebut sempat menguat dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Namun, berdasarkan data perdagangan yang menjadi bahan pemberitaan ini, saham RANS pada 19 Oktober 2026 justru berada di level Rp138 per saham.

Pergerakan harga saham di pasar sekunder dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, persepsi investor terhadap prospek bisnis, serta permintaan dan penawaran saham. Penurunan harga tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan penyebab tertentu tanpa analisis lebih lanjut.

Dalam prospektus IPO, RANS mengalokasikan sekitar 37,61% dana hasil penawaran umum atau sekitar Rp162 miliar untuk membiayai penyelenggaraan konser musik.

Perseroan menargetkan penyelenggaraan sedikitnya 16 konser hingga 2028, baik di dalam maupun luar negeri. Strategi ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis hiburan dan perluasan kegiatan usaha perseroan.

Selain untuk konser, dana IPO juga dialokasikan bagi sejumlah rencana ekspansi bisnis. Salah satunya adalah akuisisi kepemilikan saham pada PT Rans Kosmetika Indonesia yang mengembangkan merek Slavina.

RANS juga merencanakan pembangunan wahana bermain Cipungland sebagai bagian dari diversifikasi bisnis hiburan keluarga.

Berdasarkan prospektus, pembangunan Cipungland memperoleh alokasi belanja modal (capital expenditure) sebesar 18,64% dari dana hasil IPO.

Selain mengembangkan bisnis hiburan, RANS mengalokasikan sebagian dana IPO untuk membangun entitas usaha baru di bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sebesar 8,15% dana hasil IPO direncanakan untuk membentuk entitas usaha baru pengembangan AI bersama mitra bisnis PT Feedloop Global Teknologi.

Perseroan juga mengalokasikan sebagian dana IPO untuk pembayaran lebih awal seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Berdasarkan informasi dalam bahan prospektus, porsi pembayaran tersebut mencapai 6,98% dari dana hasil IPO.

Sementara itu, sisa dana direncanakan untuk setoran modal kepada entitas anak usaha RNS. Dana tersebut selanjutnya akan digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis utama dan ekspansi jaringan perseroan.

Beragam alokasi tersebut menunjukkan bahwa dana IPO RANS direncanakan untuk mendukung sejumlah lini usaha, mulai dari konser musik, kosmetik, wahana hiburan, teknologi AI, hingga penguatan modal anak usaha.

Pergerakan saham RANS di bawah harga IPO menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati investor di tengah volatilitas pasar saham.

Meski perseroan memiliki sejumlah rencana ekspansi, pelaksanaan strategi bisnis, realisasi penggunaan dana IPO, dan kemampuan menghasilkan pendapatan tetap menjadi aspek penting dalam menilai prospek perusahaan.

Investor perlu membedakan antara rencana bisnis yang tercantum dalam prospektus dan realisasi kinerja perusahaan. Pergerakan harga saham dalam jangka pendek juga tidak selalu mencerminkan keseluruhan kondisi fundamental emiten.

Dengan demikian, perkembangan saham RANS selanjutnya akan menjadi perhatian pasar, terutama terkait pergerakan harga, realisasi ekspansi bisnis, dan perkembangan kinerja keuangan perseroan.

T
tinoRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update