Pemprov DKI Imbau Warga Tak Panik soal Asap Karhutla Masuk Jakarta, Minta Pakai Masker
Jakarta, Tripodnews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada terhadap sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada kualitas udara di Ibu Kota.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengatakan Pemprov DKI akan terus menyampaikan informasi terkini berdasarkan data akurat dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta instansi terkait.
“Pemprov DKI Jakarta akan terus menyampaikan informasi terkini berdasarkan data akurat dari BMKG dan instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak panik, tetap waspada, dan mengutamakan kesehatan bersama,” kata Chico di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Chico mengingatkan masyarakat agar aktif memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, maupun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.
Selain memantau kualitas udara, warga juga disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikel polutan yang terkandung dalam asap.
Pemprov DKI Jakarta juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau penyakit penyerta.
Kelompok tersebut diimbau mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama apabila kondisi kualitas udara sedang memburuk.
Chico juga meminta masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan. Hubungi layanan darurat Jakarta Siaga di nomor 112 jika membutuhkan bantuan cepat. Hindari juga membakar sampah atau aktivitas yang menambah polusi udara,” papar Chico.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mencegah bertambahnya sumber pencemaran udara di Jakarta.
Pemprov DKI Jakarta menyebut sebaran asap karhutla di Ibu Kota telah berkurang sejak Jumat (16/10/2026). Meski demikian, pemerintah daerah tetap menjalankan berbagai langkah mitigasi untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi kualitas udara.
Masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi juga merujuk pada data dan pengumuman dari instansi resmi.
Pemprov DKI Jakarta mengingatkan bahwa kewaspadaan, penggunaan masker yang sesuai, pembatasan aktivitas luar ruangan bagi kelompok rentan, serta pemantauan kualitas udara menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan selama kondisi tersebut berlangsung.
Dengan mengikuti imbauan pemerintah dan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko paparan asap karhutla tanpa menimbulkan kepanikan di tengah situasi yang berkembang.
