Pemerintah Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tambahan Pertanian
Pemerintah menyiapkan 2 juta hektare lahan pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan dan swasembada pangan, dengan tahap awal 500 ribu hektare
JAKARTA - Pemerintah menyiapkan lahan tambahan seluas 2 juta hektare untuk meningkatkan produksi pangan nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung target swasembada pangan Indonesia dalam jangka panjang.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah telah menyiapkan peta pengembangan lahan rawa mineral. Pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada lahan seluas 500 ribu hektare dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan.
“Dua juta hektare kami sudah siapkan petanya untuk mencukupi pangan kita untuk penduduk 500 juta orang ke depan,” ujar Amran dalam keterangan resmi yang diterima pada Sabtu (24/10).
Pengembangan lahan baru tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi berbagai komoditas pangan strategis. Pemerintah juga memastikan perluasan areal pertanian dilakukan tanpa membuka kawasan hutan primer.
Selain melalui pembukaan lahan baru, Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong optimalisasi lahan yang tersedia untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Upaya tersebut mencakup modernisasi pertanian, penguatan sarana produksi, serta perluasan areal tanam guna mendukung peningkatan produksi pangan dalam negeri.
Pemerintah memprioritaskan peningkatan produksi padi dan jagung agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih optimal melalui produksi domestik.
Peningkatan produksi padi dan jagung menjadi bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Melalui perluasan lahan pertanian dan peningkatan produktivitas, pemerintah berupaya menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Optimalisasi lahan juga diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pemanfaatan sumber daya pertanian, sehingga produksi pangan dapat tumbuh secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Amran juga melaporkan peningkatan kinerja sektor pertanian yang ditandai dengan kenaikan nilai ekspor sebesar Rp166 triliun dan penurunan impor sebesar Rp41 triliun.
Menurutnya, perkembangan tersebut menghasilkan nilai tambah sekitar Rp208 triliun bagi sektor pertanian.
Capaian tersebut turut didukung kebijakan pemerintah yang menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen serta menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah.
Penurunan harga pupuk diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi petani. Sementara itu, kenaikan HPP gabah ditujukan untuk meningkatkan nilai jual hasil panen dan memperkuat pendapatan petani.
“Totalnya Rp208 triliun itu nilai tambah yang didapatkan petani karena harga pupuk turun 20 persen, HPP dinaikkan oleh Bapak Presiden,” pungkasnya.
Melalui penyiapan lahan tambahan seluas 2 juta hektare, pemerintah berupaya meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Strategi tersebut dilengkapi dengan optimalisasi lahan, modernisasi pertanian, peningkatan produksi komoditas strategis, serta penguatan dukungan bagi petani.
Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat menjaga ketersediaan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang perekonomian Indonesia.
