BI Sulsel Bina 215 UMKM Lewat Program REWAKO, Perkuat Daya Saing Usaha
Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program UMKM REWAKO. Sejak dimulai pada 2022, program yang berfokus pada penguatan kapasitas dan daya saing usaha tersebut telah memasuki angkatan kelima dengan total 215 UMKM tergabung dalam ekosistem pembinaan.
Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Selatan Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, pembinaan melalui REWAKO dirancang untuk membantu UMKM memperkuat bisnis secara menyeluruh, bukan sekadar mengikuti pelatihan.
“Pembinaan UMKM REWAKO tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Prosesnya mencakup seleksi, asesmen, peningkatan kapasitas, pendampingan, implementasi, hingga pemantauan perkembangan usaha,” ujarnya dalam keterangan resmi BI, Jumat (23/10/2026).
Pendekatan tersebut mencakup berbagai aspek fundamental bisnis, mulai dari pola pikir kewirausahaan atau entrepreneurship, peningkatan kualitas usaha dan produk, tata kelola keuangan, strategi pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya manusia (SDM).
Penguatan aspek-aspek tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM membangun usaha yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Tata kelola bisnis yang lebih baik juga menjadi modal bagi pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain mendorong penguatan usaha di pasar domestik, BI Sulsel menyiapkan jalur pengembangan bagi UMKM yang memiliki produk dan kapasitas untuk memasuki pasar internasional melalui program UMKM REWAKO Ekspor.
“Melalui REWAKO Ekspor, BI Sulsel mendorong UMKM yang memiliki produk dan kapasitas memadai agar semakin siap bersaing di pasar internasional,” kata Rizki.
Program REWAKO Ekspor telah berjalan sejak 2024. Hingga 2026, sebanyak 1
