Selasa, 27 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Laba BNI Tumbuh 6,6% Jadi Rp16,1 Triliun hingga September 2026

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 27 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Laba BNI Tumbuh 6,6% Jadi Rp16,1 Triliun hingga September 2026

 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perolehan tersebut meningkat 6,6% secara tahunan (year-on-year/YoY), didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi.

Berdasarkan paparan kinerja perseroan, peningkatan profitabilitas BNI berlangsung di tengah tekanan margin yang masih membayangi industri perbankan. Bank pelat merah tersebut berupaya menjaga pertumbuhan bisnis dengan memperkuat produktivitas dan pengelolaan risiko.

Kinerja positif juga tercermin dari laba operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) yang mencapai Rp27,5 triliun hingga September 2026.

Angka tersebut meningkat 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. BNI menyebut pencapaian ini sebagai PPOP tertinggi perseroan untuk periode sembilan bulan pertama.

Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, pertumbuhan tersebut mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan prinsip kehati-hatian.

"Di tengah dinamika pasar yang menantang, BNI tetap menjaga momentum pertumbuhan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin dalam pengelolaan risiko. Fokus kami adalah memperkuat fundamental dan produktivitas untuk menciptakan pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan," ujar Putrama dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Dari sisi pendapatan, BNI mencatatkan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp33,2 triliun hingga akhir September 2026.

Pendapatan bunga bersih tersebut tumbuh 13,6% secara tahunan, sejalan dengan ekspansi penyaluran kredit yang dilakukan perseroan. Kenaikan NII menjadi salah satu penopang kinerja operasional BNI sepanjang periode tersebut.

Selain pendapatan bunga, BNI juga mencatat pertumbuhan pendapatan berbasis komisi atau fee-based income. Hingga September 2026, pendapatan dari pos tersebut mencapai Rp13,9 triliun, meningkat 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan berbasis komisi memberikan tambahan kontribusi terhadap kinerja BNI, di samping pendapatan yang diperoleh dari aktivitas penyaluran kredit.

Peningkatan kedua sumber pendapatan tersebut turut mendukung kenaikan laba operasional sebelum pencadangan. Namun, pertumbuhan PPOP yang lebih tinggi dibandingkan laba bersih juga menunjukkan pentingnya memperhatikan komponen biaya dan pencadangan dalam menilai keseluruhan profitabilitas bank.

BNI menegaskan bahwa penguatan fundamental, produktivitas, dan disiplin pengelolaan risiko tetap menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dengan laba bersih Rp16,1 triliun dan PPOP Rp27,5 triliun hingga September 2026, kinerja BNI menunjukkan pertumbuhan pendapatan operasional yang berlanjut sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update