Senin, 26 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Tumbuh 20,7 Persen

✍️ Fernando 🕒 26 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Bank Mandiri
Bank Mandiri Foto: Istimewa

Bank Mandiri membukukan laba Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 20,7%. Kredit naik 16%, sementara NPL turun menjadi 0,98%.

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp45,5 triliun hingga kuartal III 2026. Perolehan tersebut tumbuh 20,7% secara tahunan (year on year/YoY), ditopang pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan nonbunga, serta penurunan biaya operasional.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, mengatakan pertumbuhan bisnis perseroan diikuti peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional.

Dalam paparan kinerja keuangan pada Jumat (23/10), Novita menyampaikan pendapatan bunga Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp97,3 triliun hingga September 2026, tumbuh 7,08% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pendapatan nonbunga meningkat 13,8% menjadi Rp29,4 triliun. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) juga naik 6,2% menjadi Rp61,2 triliun.

Secara keseluruhan, total pendapatan Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp90,6 triliun, meningkat 8,54% secara tahunan.

“Pendapatan kami terus tumbuh seiring pertumbuhan kredit dan meningkatnya transaksi nasabah. Kami melihat fee-based income menjadi penopang penting untuk menjaga pertumbuhan laba,” ujar Novita melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/10/2026).

Dari sisi biaya, Bank Mandiri mencatat penurunan biaya operasional sebesar 9,03% menjadi Rp32,7 triliun. Perbaikan tersebut tercermin dari rasio cost to income ratio (CIR) yang turun menjadi 36,1%, dibandingkan 43% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Novita menjelaskan, peningkatan aktivitas transaksi nasabah menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Karena itu, perseroan terus mengembangkan layanan untuk memenuhi kebutuhan transaksi nasabah sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Peningkatan pendapatan nonbunga dan pengendalian biaya menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri dalam menjaga pertumbuhan laba di tengah ekspansi bisnis.

Dari sisi intermediasi, kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun per September 2026. Nilai tersebut tumbuh 16% secara tahunan.

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga meningkat 17,7% menjadi Rp1.750,2 triliun. Sementara itu, total aset perseroan mencapai Rp2.404,1 triliun, naik 20,1% dibandingkan September 2025.

Pertumbuhan kredit tersebut turut ditopang pembiayaan berbasis ekosistem. Kredit korporasi tercatat sebesar Rp700 triliun, tumbuh 22% secara tahunan.

Adapun kredit ekosistem turunan yang mencakup segmen usaha kecil dan menengah (small and medium enterprises/SME), mikro, serta konsumer mencapai Rp174 triliun, meningkat 9%.

Ekspansi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas pembiayaan kepada dunia usaha dan berbagai segmen nasabah.

Di tengah pertumbuhan kredit, Bank Mandiri juga mencatat perbaikan kualitas aset. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) bruto secara bank only turun menjadi 0,98% per September 2026, dibandingkan 1,03% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga mencatat NPL coverage ratio sebesar 243% dan cost of credit sebesar 0,55%. Sementara itu, rasio kredit dalam perhatian khusus atau special mention loan (SML) turun menjadi 2,88% dari sebelumnya 3,35%.

Pada segmen korporasi, rasio NPL tercatat sebesar 0,30%, sedangkan NPL kredit ekosistem turunan berada di level 0,90%.

Direktur Risk Management Bank Mandiri, Danis Subyantoro, menekankan pentingnya menjaga kualitas aset seiring ekspansi pembiayaan.

“Pertumbuhan kredit perlu disertai penilaian risiko dan pemantauan kualitas aset yang disiplin. Dengan pengelolaan tersebut, kami menjaga kualitas portofolio agar Bank Mandiri dapat terus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Selain mencatat pertumbuhan laba, Bank Mandiri menyatakan telah membagikan dividen sebesar Rp50,6 triliun sepanjang 2026, termasuk dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Perseroan menyebut pembagian dividen tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, sekaligus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan kekuatan permodalan.

Dari sisi permodalan dan profitabilitas, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) secara bank only tercatat sebesar 18,4% per September 2026.

Sementara itu, return on equity (ROE) mencapai 23,6% dan return on assets (ROA) sebesar 2,99%.

Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan melanjutkan ekspansi kredit berbasis ekosistem, meningkatkan transaksi nasabah, serta mengembangkan layanan digital dan bisnis bullion atau emas.

Strategi tersebut akan dijalankan dengan tetap memperhatikan kualitas aset, pengelolaan risiko, dan kecukupan modal.

Melalui pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan nonbunga, serta efisiensi operasional, Bank Mandiri berupaya mempertahankan kinerja keuangan yang positif sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat dan dunia usaha.

 

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update