Rabu, 21 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

IHSG Tertekan, Investor Domestik Berpotensi Alihkan Dana ke Kripto

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 20 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
IHSG Tertekan, Investor Domestik Berpotensi Alihkan Dana ke Kripto

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah ketidakpastian klasifikasi pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka kemungkinan sebagian investor domestik mengalihkan dana dari saham ke aset kripto. Namun, perpindahan dana tersebut diperkirakan tidak cukup besar untuk memengaruhi harga aset kripto secara signifikan.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan, pergerakan pasar kripto tidak terlalu dipengaruhi oleh persoalan yang terjadi di pasar modal Indonesia. Menurutnya, harga aset kripto lebih banyak bergerak mengikuti sentimen global dan perkembangan ekonomi internasional.

“Aset kripto tidak terlalu dipengaruhi oleh isu pasar modal di Indonesia. Harga di aset kripto banyak dipengaruhi oleh sentimen di luar negeri,” ujar Huda kepada Warta Ekonomi, Senin (19/10/2026).

Huda mengakui bahwa tekanan di pasar saham domestik dapat mendorong sebagian investor mencari alternatif investasi, termasuk aset kripto. Meski demikian, jumlah investor yang melakukan perpindahan tersebut dinilai tidak akan cukup besar untuk menggerakkan harga kripto secara keseluruhan.

“Apakah ada investor Indonesia yang pindah ke kripto? Pasti ada, namun jumlahnya tidak akan menggerakkan harga aset kripto secara signifikan,” katanya.

Menurut Huda, dinamika harga kripto perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas karena pasar tersebut terhubung dengan perkembangan ekonomi dan keuangan global. Dengan demikian, perubahan harga tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan tekanan di pasar saham Indonesia.

Ia juga menyoroti kenaikan harga Bitcoin yang mulai terlihat sejak September 2026. Pergerakan tersebut, menurutnya, mengindikasikan adanya peningkatan permintaan terhadap aset kripto.

“Kalau kita lihat, per September sudah ada kenaikan harga dari Bitcoin. Artinya, memang permintaan sudah mulai meningkat,” ujarnya.

Huda mengaitkan perkembangan pasar kripto dengan sentimen di pasar keuangan internasional, termasuk pelemahan indeks Dow Jones akibat kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi global. Ketidakpastian tersebut dapat mendorong investor mempertimbangkan diversifikasi portofolio ke berbagai kelas aset, termasuk kripto.

Selain itu, perkembangan politik dan sosial di Eropa, termasuk kerusuhan di Prancis yang disebut dalam keterangannya, turut menjadi bagian dari faktor ketidakpastian yang diperhatikan investor. Namun, pengaruh masing-masing faktor terhadap harga Bitcoin perlu ditelaah melalui data pasar dan pergerakan aset pada periode yang sama.

“Investor global mulai memindahkan asetnya ke aset kripto untuk diversifikasi aset,” tutur Huda.

Tekanan IHSG di tengah ketidakpastian pasar

Di pasar domestik, IHSG mengalami penurunan tajam sebesar 11,57% pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Tekanan berlanjut pada Senin (19/10/2026), ketika indeks ditutup melemah 3,64% atau turun 188,49 poin ke level 4.996,60.

Pelemahan pasar terjadi di tengah perhatian investor terhadap pengumuman MSCI mengenai proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai potensi dampak terhadap arus investasi asing dan posisi saham Indonesia dalam indeks global.

Dalam kondisi pasar yang bergejolak, investor dapat mengevaluasi kembali komposisi portofolionya. Sebagian mungkin memilih mengurangi eksposur pada saham, sementara sebagian lainnya mempertimbangkan instrumen investasi alternatif untuk mendiversifikasi risiko.

Meski demikian, perpindahan dana dari saham ke kripto tidak otomatis berarti investor akan memperoleh perlindungan dari gejolak pasar. Aset kripto juga memiliki risiko volatilitas yang tinggi dan dapat mengalami perubahan harga tajam akibat sentimen global, likuiditas, maupun perkembangan regulasi.

Karena itu, hubungan antara pelemahan IHSG dan kenaikan harga Bitcoin perlu dilihat secara hati-hati. Pergerakan yang terjadi pada waktu berdekatan belum tentu menunjukkan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Bagi investor, memahami faktor pendorong masing-masing kelas aset menjadi penting sebelum mengambil keputusan. Diversifikasi dapat menjadi bagian dari pengelolaan portofolio, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, dan toleransi risiko.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update