Rabu, 21 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

DCII, BYAN, dan DSSA Masuk Daftar HSC yang Akan Dikecualikan dari IHSG

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 20 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
DCII, BYAN, dan DSSA Masuk Daftar HSC yang Akan Dikecualikan dari IHSG

 

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan kebijakan untuk mengecualikan 80 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari penghitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat transparansi, meningkatkan integritas pasar, dan memperbaiki kualitas informasi bagi investor.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan rencana tersebut setelah bursa menggelar pertemuan daring dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (19/10/2026).

Menurut Jeffrey, saham-saham yang masuk kategori HSC saat ini memiliki kontribusi sekitar 18% terhadap bobot IHSG. Pengecualian saham tersebut diharapkan membuat indeks lebih mencerminkan kondisi pasar yang dapat diakses oleh investor secara luas.

“Untuk memberikan gambaran yang lebih wajar dari IHSG, kami akan mengeluarkan seluruh saham dalam HSC dari IHSG. Saat ini kisarannya 18%,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (19/10/2026).

Kategori HSC merujuk pada saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi. Kondisi tersebut dapat membatasi jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan di pasar atau free float, sehingga pergerakan harga saham berpotensi tidak sepenuhnya merepresentasikan aktivitas perdagangan yang luas.

Melalui kebijakan ini, perubahan harga saham yang masuk dalam daftar HSC tidak lagi menjadi bagian dari penghitungan IHSG setelah aturan diberlakukan. Meski demikian, pengecualian dari indeks tidak berarti saham tersebut dihapus dari pencatatan bursa atau mengalami delisting.

Saham-saham terkait tetap tercatat di BEI dan dapat diperdagangkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. BEI akan mengumumkan jadwal efektif penerapan kebijakan tersebut lebih lanjut.

Jeffrey menyebut langkah ini sebagai salah satu inisiatif untuk memperbaiki transparansi dan kualitas data pasar. Menurutnya, kedua inisiatif baru yang disiapkan bursa diharapkan dapat meningkatkan integritas informasi yang digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan.

Sebelum rencana tersebut diperluas ke IHSG, BEI telah mengecualikan saham-saham HSC dari sejumlah indeks unggulan, antara lain IDX30, LQ45, dan IDX80. Penerapan pada IHSG menjadi perluasan kebijakan yang sebelumnya sudah dilakukan pada indeks-indeks tersebut.

Sejumlah emiten yang disebut masuk dalam daftar HSC antara lain PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bayan Resources Tbk (BYAN), dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Ketiganya termasuk saham yang disebut memiliki kontribusi terhadap bobot indeks yang akan terdampak kebijakan tersebut.

Selain mengubah penghitungan IHSG, BEI juga akan meningkatkan keterbukaan informasi mengenai hubungan afiliasi pemegang saham. Bursa berencana menambahkan informasi status afiliasi bagi pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 1% atau lebih.

Informasi tersebut akan menunjukkan apakah pemegang saham terkait merupakan pihak terafiliasi atau tidak terafiliasi. Dengan data ini, investor diharapkan dapat memahami struktur kepemilikan emiten secara lebih jelas, termasuk hubungan di antara para pemegang saham.

Keterbukaan mengenai kepemilikan dan afiliasi dinilai penting untuk membantu investor menilai ketersediaan saham yang dapat diperdagangkan secara publik. Informasi yang lebih lengkap juga dapat mendukung proses analisis risiko dan pengambilan keputusan investasi.

Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah reformasi pasar modal Indonesia di tengah meningkatnya perhatian investor global terhadap transparansi kepemilikan saham, ketersediaan free float, dan kualitas pembentukan harga.

Dalam pertemuan dengan MSCI pada Senin (19/10/2026), BEI juga membahas sejumlah persoalan terkait pasar modal Indonesia. Namun, Jeffrey belum memerinci substansi pembahasan maupun kesimpulan dari pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pertemuan dilakukan menyusul pengumuman MSCI pada Jumat sebelumnya. BEI, kata dia, belum dapat mengungkapkan detail diskusi maupun hasil pertemuan, sebagaimana praktik dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya dengan penyedia indeks global tersebut.

Rencana pengecualian saham HSC dari IHSG menjadi salah satu perkembangan yang perlu dicermati pelaku pasar. Dampaknya terhadap pergerakan indeks dan strategi investasi akan bergantung pada daftar final saham yang dikecualikan, bobot masing-masing saham, serta waktu penerapan kebijakan.

Investor juga perlu membedakan antara perubahan metode penghitungan indeks dan perubahan status pencatatan saham. Selama saham tetap tercatat di bursa, pengecualian dari IHSG tidak dengan sendirinya menghentikan perdagangan saham tersebut.

BEI belum menetapkan waktu efektif penerapan kebijakan ini dalam pengumuman yang disampaikan Jeffrey. Pelaku pasar diharapkan menunggu penjelasan resmi lebih lanjut mengenai mekanisme pelaksanaan, daftar final saham, dan penyesuaian penghitungan indeks.

Daftar saham yang disebut masuk kategori HSC

 

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update