Jumat, 23 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Survei BI: Permintaan Kredit Baru Meningkat, SBT Tembus 91,31% pada Triwulan IV 2026

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 23 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Survei BI: Permintaan Kredit Baru Meningkat, SBT Tembus 91,31% pada Triwulan IV 2026

 

JAKARTA — Perbankan memperkirakan penyaluran kredit baru akan meningkat pada triwulan IV 2026. Hasil Survei Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru mencapai 91,31%, naik dari 90,08% pada triwulan III 2026 dan 88,92% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan tersebut mencerminkan optimisme responden terhadap penyaluran pembiayaan menjelang akhir tahun. Meski demikian, proyeksi pertumbuhan kredit hingga akhir 2026 masih berada di bawah realisasi pertumbuhan sepanjang tahun lalu.

Berdasarkan hasil survei, outstanding kredit perbankan hingga akhir 2026 diprakirakan tumbuh 8,20% secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan hasil survei sebelumnya yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 7,51% (yoy).

Namun, proyeksi tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan kredit pada 2025 yang mencapai 9,69% (yoy). Dengan demikian, kenaikan optimisme penyaluran kredit baru belum sepenuhnya mencerminkan prospek pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi alokasi pembiayaan, Kredit Modal Kerja diperkirakan tetap menjadi prioritas utama perbankan pada triwulan IV 2026. Kredit Investasi menempati urutan berikutnya, disusul Kredit Konsumsi.

Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa urutan prioritas tersebut masih sama dengan periode sebelumnya. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (22/10/2026).

Untuk segmen konsumsi, Kredit Multiguna diprakirakan menjadi jenis pembiayaan yang paling diprioritaskan. Setelah itu, perbankan memperkirakan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah atau Apartemen (KPR/KPA) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) turut menjadi perhatian.

Sementara itu, berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit baru diperkirakan terkonsentrasi pada Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Perantara Keuangan. Ketiga sektor tersebut menjadi sektor dengan prakiraan penyaluran kredit baru terbesar dalam survei tersebut.

Di sisi pendanaan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) secara kumulatif hingga triwulan IV 2026 juga diperkirakan tetap meningkat. Indikasinya terlihat dari SBT sebesar 89,76%, lebih tinggi dibandingkan dengan 87,52% pada triwulan III 2026.

Meski meningkat secara kuartalan, nilai tersebut masih berada di bawah SBT triwulan IV 2025 yang mencapai 93,97%. Perkembangan ini menunjukkan bahwa prospek penghimpunan dana perbankan tetap positif, meskipun tingkat optimisme responden belum menyamai periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan instrumennya, tabungan dan giro diprakirakan mencatat pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan III 2026. SBT tabungan tercatat sebesar 90,29%, sedangkan giro mencapai 89,64%.

Berbeda dengan kedua instrumen tersebut, deposito diperkirakan tumbuh lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. SBT deposito tercatat sebesar 28,74%.

Secara keseluruhan, hasil Survei Perbankan BI mengindikasikan prospek penyaluran kredit baru dan penghimpunan DPK yang tetap positif pada penghujung 2026. Namun, proyeksi pertumbuhan outstanding kredit sebesar 8,20% masih lebih rendah dibandingkan realisasi 2025, sementara perkembangan pendanaan menunjukkan perbedaan prospek antara tabungan, giro, dan deposito.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update