Pandu Sjahrir Ungkap Kinerja Emiten RI: 134 dari 146 Perusahaan Besar Cetak Laba
JAKARTA — Kinerja keuangan perusahaan tercatat di Indonesia masih menunjukkan sejumlah indikator positif di tengah evaluasi indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebut mayoritas emiten dengan pendapatan tahunan di atas Rp5 triliun mampu membukukan laba.
Dari total 146 emiten dalam kelompok tersebut, sebanyak 134 perusahaan tercatat menghasilkan keuntungan. Data itu disampaikan Pandu melalui video yang diunggah di akun Instagram @pandusjahrir pada Kamis (22/10/2026).
Pandu juga memaparkan perkembangan kinerja keuangan emiten pada semester I-2026. Secara agregat, laba perusahaan tercatat meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara pendapatan tumbuh 7%.
Indikator lain terlihat dari posisi likuiditas perusahaan. Sebanyak 121 emiten nonkeuangan tercatat memiliki total kas Rp583 triliun pada kuartal II-2026. Jumlah tersebut meningkat 13% dibandingkan kuartal II tahun sebelumnya.
Menurut Pandu, indikator-indikator tersebut perlu menjadi bagian dari penilaian objektif terhadap kondisi perusahaan Indonesia. Ia menilai evaluasi pasar modal tetap penting, tetapi tidak seharusnya mengabaikan kekuatan bisnis emiten.
“Pasarnya silakan saja dibenahi, tetapi kekuatan bisnis perusahaan Indonesia tetap perlu dilihat secara objektif,” jelas Pandu.
Ia menegaskan bahwa masukan investor dan penyedia indeks perlu diperhatikan dalam proses pembenahan pasar modal. Evaluasi tersebut menjadi relevan di tengah dinamika yang berkaitan dengan MSCI dan kebutuhan memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia.
Pandu berpandangan bahwa reformasi pasar modal perlu dijalankan secara serius dan hasilnya harus dapat dibuktikan. Kepercayaan pelaku pasar, menurutnya, menjadi salah satu aspek penting dalam membangun pasar modal yang sehat.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pasar modal tidak cukup diukur dari kenaikan indeks saham. Pasar yang kuat semestinya mampu menyediakan akses pendanaan bagi perusahaan berkualitas sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi.
