Jumat, 23 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Laba Bersih Unilever Indonesia (UNVR) Naik 25,96%, Penjualan Tembus Rp 25,75 Triliun

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 23 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Laba Bersih Unilever Indonesia (UNVR) Naik 25,96%, Penjualan Tembus Rp 25,75 Triliun

JAKARTA — PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih Rp 4,2 triliun hingga akhir September 2026. Nilai tersebut meningkat 25,96% dibandingkan Rp 3,34 triliun pada periode Januari–September 2025, seiring pertumbuhan penjualan dan peningkatan laba dari operasi yang dihentikan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, penjualan bersih UNVR mencapai Rp 25,75 triliun, naik 7,16% secara tahunan atau year-on-year (YoY) dari Rp 24,03 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh menjadi penyumbang penjualan terbesar, dengan nilai Rp 18,97 triliun. Sementara itu, segmen makanan dan minuman mencatatkan penjualan Rp 6,7 triliun.

Meski pendapatan meningkat, tekanan biaya masih terlihat pada kinerja laba bruto. UNVR membukukan laba bruto Rp 11,62 triliun, turun 1,02% YoY dibandingkan Rp 11,74 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Penurunan tersebut terjadi ketika harga pokok penjualan meningkat 14,98% secara tahunan menjadi Rp 14,13 triliun. Di sisi lain, perusahaan berhasil menekan beban pemasaran dan penjualan sebesar 5,63% menjadi Rp 5,25 triliun.

Dari kegiatan operasional, UNVR mencatatkan laba usaha Rp 4,09 triliun. Angka ini meningkat 2,21% dibandingkan Rp 4 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, kenaikan laba bersih secara keseluruhan tidak hanya berasal dari perkembangan operasi berkelanjutan. Laporan keuangan UNVR mencatat kontribusi laba dari penjualan operasi yang dihentikan sebesar Rp 870,27 miliar.

Jika komponen tersebut tidak diperhitungkan, laba dari operasi berlanjut mencapai Rp 3,31 triliun. Angka ini tumbuh 10,57% dibandingkan Rp 3 triliun pada Januari–September 2025.

Perbedaan pertumbuhan laba bersih dan laba operasi berlanjut tersebut menunjukkan pentingnya memisahkan kontribusi dari operasi yang dihentikan ketika menilai perkembangan kinerja bisnis inti perusahaan.

Dari sisi neraca, total aset UNVR per September 2026 tercatat sebesar Rp 18,2 triliun. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang mencapai Rp 20,01 triliun.

 

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update