Rabu, 04 Nov 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Searah First Gas Lapangan Maha, Produksi Gas Ditargetkan Tembus 230 MMSCFD

✍️ Fernando 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Ilustrasi
Ilustrasi Foto: Istimewa

Searah berhasil mencapai first gas Lapangan Maha di Kalimantan Timur. Produksi gas ditargetkan meningkat hingga 230 MMSCFD untuk memperkuat pasokan nasional.

JAKARTA - Searah berhasil mencapai produksi gas perdana (first gas) dari proyek pengembangan Lapangan Maha (Maha Field Development Project) di Wilayah Kerja (WK) West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, pada Jumat (30/10/2026).

Produksi gas dari Lapangan Maha ditargetkan meningkat secara bertahap (ramp-up) hingga mencapai 230 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Tambahan produksi tersebut diharapkan memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan swasembada energi.

CEO Searah Muara Bakau, Mirko Araldi, mengatakan pencapaian first gas Lapangan Maha merupakan tonggak penting bagi perusahaan maupun industri energi Indonesia.

Menurutnya, keberhasilan tersebut mencerminkan dedikasi, keahlian teknis, dan komitmen seluruh tim, serta kuatnya kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia dan para mitra proyek.

“Keberhasilan menuntaskan proyek pengembangan lepas pantai laut dalam yang kompleks secara aman dan tepat waktu membuktikan apa yang dapat dicapai melalui tujuan bersama dan eksekusi yang unggul," katanya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Lapangan Maha terletak sekitar 100 kilometer dari Balikpapan dan 12 kilometer di sebelah tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik. Pencapaian produksi perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam (deepwater) di Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Produksi perdana tersebut dicapai setelah instalasi fasilitas bawah laut (subsea facilities) rampung pada awal 2026.

Proyek Pengembangan Lapangan Maha mencakup pembangunan dua sumur produksi bawah laut (subsea production wells) yang terhubung dengan fasilitas produksi Jangkrik melalui pipa fleksibel (flexible pipelines) dan umbilical sepanjang sekitar 12 kilometer.

Setelah mulai berproduksi, gas dari Lapangan Maha akan meningkatkan pasokan yang diolah melalui FPU Jangkrik. Produksi ditargetkan naik secara bertahap hingga mencapai kapasitas 230 MMSCFD.

Lapangan Maha merupakan salah satu komponen utama dalam strategi pengembangan South Production Hub Searah, bersama Lapangan Gendalo dan Gandang. Pengembangan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan kapasitas pengolahan gas yang tersedia di FPU Jangkrik.

Dengan tambahan produksi dari Lapangan Maha dan pengembangan lapangan lainnya, total produksi South Hub diproyeksikan mencapai tingkat produksi puncak (plateau) sekitar 750 MMSCFD.

"Capaian ini memperkuat komitmen kami untuk mengembangkan sumber daya gas Indonesia secara bertanggung jawab, efisien, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Produksi perdana Lapangan Maha juga memperkuat portofolio pengembangan hulu minyak dan gas bumi (migas) Searah di Indonesia.

Proyek ini melengkapi pengembangan South Hub dan North Hub yang menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas di Cekungan Kutai, Kalimantan Timur.

Berbagai proyek tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan gas nasional. Selain memenuhi kebutuhan energi domestik, pengembangan ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan industri hulu migas Indonesia.

 

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update