Rachel Vennya Buka Suara soal Karhutla, Akui Sudah Berdonasi
Rachel Vennya buka suara setelah disorot netizen soal karhutla. Ia mengaku sudah berdonasi dan membuka laman penggalangan dana.
JAKARTA - Influencer Rachel Vennya akhirnya buka suara setelah mendapat desakan dari netizen untuk ikut menyuarakan kepedulian terhadap korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Rachel mengaku telah membuka laman donasi dan menyumbangkan dana sesuai kemampuannya untuk membantu masyarakat terdampak.
Persoalan ini bermula dari komentar akun Threads @ghea* dalam sebuah utas yang membahas karhutla. Akun tersebut menyentil sejumlah figur publik, termasuk Rachel Vennya dan Fuji, yang dinilai memiliki pengaruh besar di media sosial.
Pemilik akun itu mempertanyakan keterlibatan para selebgram dalam menyuarakan persoalan kemanusiaan. Menurutnya, figur publik yang kerap menjadi sorotan ketika membuat konten hiburan juga diharapkan dapat menggunakan pengaruhnya untuk meningkatkan kepedulian terhadap korban bencana.
“Iya giliran TikTok joget-joget aja mau lakuin, giliran bantu suara kalian susah yah?!!!! @fuji_an @rachelvennya tolong dibantu dong, kalian kan apa-apa fyp kalau bikin sesuatu yang enggak penting. Ini se-penting ini loh saudara kalian kok kaya buta gitu yah?!” tulis akun tersebut.
Rachel Vennya Mengaku Sudah Berdonasi untuk Korban Karhutla
Menanggapi komentar tersebut, Rachel menyampaikan terima kasih kepada netizen yang telah mengangkat isu karhutla. Ia menjelaskan bahwa dirinya sudah berupaya membantu melalui donasi dan membuka laman penggalangan dana.
“Kak thank you for speaking up ya, aku udah bikin laman donasi dan berdonasi semampunya yang insya Allah aku ikhlas dan berguna, bismillah ya,” tulis Rachel.
Rachel tidak merinci jumlah dana yang telah disumbangkan maupun total donasi yang terkumpul. Ia hanya menegaskan bahwa bantuan diberikan sesuai kemampuannya dengan harapan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak karhutla.
Rachel Vennya Akui Belum Bisa Kembali Jadi Relawan
Selain berdonasi, Rachel mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya ingin kembali terlibat langsung sebagai relawan, seperti yang pernah dilakukannya dalam sejumlah kegiatan kemanusiaan.
Namun, ia mengaku belum bisa turun langsung ke lapangan kali ini karena sejumlah alasan. Rachel pun meminta maaf kepada netizen yang berharap dirinya dapat membantu melalui kegiatan kerelawanan.
“Maaf belum bisa kembali jadi relawan keluar kota seperti dulu karena satu dan lain hal. Maaf ya aku cuma bisa bantu seperti ini caranya,” lanjutnya.
Rachel juga mengakui bahwa dirinya belum sepenuhnya memahami kondisi yang terjadi di lokasi karhutla. Karena itu, ia merasa belum dapat memberikan bantuan secara langsung seperti yang mungkin diharapkan sebagian masyarakat.
“Aku minta maaf aku enggak 100 persen paham keadaan di sana dan buat aku as a person, aku selalu mencoba membantu tapi pastinya selalu semampu aku, dan caranya pasti beda-beda kak,” tulis Rachel.
Rachel Jelaskan Kendala Pembukaan Laman Donasi Kitabisa
Dalam balasannya, Rachel turut menjelaskan mengenai laman donasi yang pernah dibuatnya melalui platform Kitabisa. Ia menyebut halaman tersebut sebelumnya digunakan untuk penggalangan dana saat terjadi gempa.
Namun, menurut Rachel, pihak platform belum dapat membuat halaman donasi baru karena relawan masih berada di lokasi terdampak dan mengalami kendala sinyal.
“Kalau kakak mau donasi di platform Kitabisa, aku juga sangat bisa, ini halaman page aku saat gempa tapi dari pihak Kitabisa belum bisa bikin laman baru karena relawan masih berada di sana dan susah signal,” jelasnya.
Rachel berharap masyarakat yang ingin membantu korban karhutla dapat menyalurkan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Ia juga menilai bahwa kontribusi untuk korban bencana tidak selalu harus dilakukan dengan terjun langsung ke lokasi.
Rachel Vennya Sebut Doa dan Donasi Bisa Jadi Bentuk Bantuan
Rachel kemudian menyampaikan pandangannya mengenai cara membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk doa dan donasi dalam jumlah berapa pun.
Ia mengaku pernah beberapa kali terlibat dalam kegiatan kerelawanan. Meski demikian, Rachel tidak menganggap dirinya sebagai sosok yang paling memahami pekerjaan tersebut.
“Menurutku, berdoa dan berdonasi sekecil apa pun itu sudah sangat membantu mereka karena kurang lebih aku udah sering jadi relawan walaupun memang bukan relawan yang bener-bener ngerti dan paham,” ungkapnya.
