Rabu, 28 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Pemerintah Bidik Utilisasi Manufaktur 85%, Pasokan Gas Jadi Faktor Penentu

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 27 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Pemerintah Bidik Utilisasi Manufaktur 85%, Pasokan Gas Jadi Faktor Penentu

 

Pemerintah menargetkan tingkat utilisasi industri manufaktur meningkat dari saat ini yang masih berada di kisaran hampir 70% menjadi 80% hingga 85%. Untuk mencapai sasaran tersebut, kepastian pasokan gas bumi menjadi salah satu faktor penting karena komoditas ini berperan sebagai bahan baku sekaligus sumber energi bagi sejumlah subsektor industri.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menyambut positif kebijakan pemerintah yang mendorong penambahan alokasi gas untuk kebutuhan industri dalam negeri. Menurutnya, ketersediaan gas dalam jumlah memadai dapat membantu pelaku industri mengoptimalkan kapasitas produksi.

"Saya tentu menjadi salah satu orang yang paling bergembira ketika ada kebijakan penambahan alokasi gas untuk industri. Karena kita semua tahu bahwa industri membutuhkan gas dalam jumlah yang cukup besar, terutama untuk beberapa subsektor industri yang menjadikan gas sebagai bahan baku maupun bahan bakar utama," ujar Sarmuji dalam konferensi pers terkait ketahanan energi di Jakarta, Senin (26/10).

Kebutuhan gas di sektor manufaktur berbeda-beda, bergantung pada karakteristik dan proses produksi masing-masing industri. Pada industri petrokimia dan pupuk, gas digunakan sebagai bahan baku utama. Sementara itu, industri kaca, baja, dan keramik memanfaatkannya sebagai sumber energi untuk mendukung proses produksi.

Perbedaan kebutuhan tersebut membuat kepastian pasokan menjadi penting bagi keberlangsungan operasional industri. Ketersediaan gas yang sesuai kebutuhan dapat mendukung perusahaan menjalankan proses produksi dan memanfaatkan kapasitas fasilitas yang telah tersedia.

Karena itu, penambahan alokasi gas diharapkan tidak hanya berhenti pada penetapan kuota, tetapi juga diikuti realisasi pasokan yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Sarmuji mengatakan, tingkat utilisasi manufaktur saat ini masih berada di kisaran hampir 70%. Pemerintah ingin mendorong angka tersebut naik hingga 80%, bahkan mencapai 85%, melalui penguatan ketersediaan bahan baku dan energi.

"Kita akan dorong utilisasi sektor industri itu maksimal. Saat ini utilisasi sektor industri hampir 70 persen. Kita berharap utilisasi sektor industri bisa mencapai 80 bahkan 85 persen. Salah satu faktor yang menentukan adalah ketersediaan bahan baku, termasuk gas yang digunakan sebagai bahan baku maupun bahan bakar utama," katanya.

Target peningkatan utilisasi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan pasokan energi bagi aktivitas manufaktur. Selain gas, ketersediaan bahan baku lain juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar kapasitas produksi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dengan pasokan gas yang lebih terjamin, pemerintah berharap industri yang bergantung pada komoditas tersebut dapat meningkatkan pemanfaatan kapasitas produksi. Namun, pencapaian target utilisasi tetap bergantung pada pemenuhan berbagai kebutuhan operasional industri, termasuk realisasi pasokan energi dan bahan baku.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update