Sabtu, 31 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Minat Investor Proyek PSEL Danantara Meningkat, 101 Entitas Lolos Seleksi DPT

✍️ Fernando 🕒 30 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Danantara
Danantara Foto: Istimewa

Minat investor proyek PSEL Danantara meningkat. Sebanyak 101 entitas lolos seleksi DPT tahap ketiga, termasuk 16 konsorsium yang dipimpin perusahaan lokal.

JAKARTA – Minat investor terhadap proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikembangkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara terus meningkat. Hingga seleksi tahap ketiga, sebanyak 101 entitas dinyatakan lolos Daftar Penyedia Terseleksi (DPT).

Jumlah tersebut meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan seleksi tahap pertama yang hanya diikuti 24 entitas. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya minat pelaku usaha dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik di Indonesia.

Proses seleksi tersebut dilakukan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), perusahaan pengelolaan sampah terintegrasi milik Danantara Investment Management.

Dalam seleksi DPT tahap ketiga, terdapat 26 entitas baru yang dinyatakan lolos. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 entitas merupakan konsorsium yang dipimpin perusahaan dalam negeri.

Selain perusahaan lokal, sejumlah perusahaan internasional dari China, Jepang, Prancis, Singapura, Korea Selatan, India, dan Hong Kong juga tercatat masuk dalam daftar calon mitra pengembangan proyek PSEL.

Chief Executive Officer Denera, Fadli Rahman, mengatakan peningkatan jumlah peserta DPT menunjukkan minat dunia usaha terhadap program PSEL semakin berkembang. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi industri dalam negeri.

"Bagi Denera, keberlanjutan proses ini merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pengolahan sampah menjadi energi yang terstruktur dan berkelanjutan di Indonesia dengan tata kelola yang baik," ujar Fadli dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Sementara itu, Chief Operating Officer Denera, Dimas Adi Wibowo, menilai pengembangan proyek PSEL membutuhkan kolaborasi berbagai pihak dengan kompetensi dan sumber daya yang berbeda.

Menurut Dimas, pembentukan konsorsium memungkinkan perusahaan dalam negeri dan asing bekerja sama dalam pengembangan proyek. Kolaborasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari penyediaan teknologi, kemampuan pendanaan, hingga pelaksanaan proyek.

Ia menambahkan, keberhasilan proyek PSEL tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi modern, tetapi juga membutuhkan praktik bisnis yang baik, kapasitas finansial yang memadai, serta kemampuan eksekusi yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik Indonesia.

Sebagai informasi, Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) merupakan daftar entitas yang telah melewati proses seleksi dan berhak mengikuti tahapan pengembangan proyek PSEL Denera.

Perusahaan yang masuk dalam daftar tersebut memiliki kesempatan untuk berpartisipasi sebagai pengembang maupun pengelola fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik.

Melalui proses seleksi ini, Denera berupaya membangun ekosistem pengelolaan sampah terintegrasi dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, mitra penyedia teknologi, serta pelaku industri dari dalam maupun luar negeri.

Peningkatan jumlah entitas yang lolos seleksi diharapkan dapat memperluas pilihan mitra sekaligus mendorong kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah menjadi energi listrik di berbagai wilayah Indonesia.

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update