Sabtu, 31 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Investasi Tambang Pomalaa Vale Tembus US$383,5 Juta, Progres Konstruksi Capai 89%

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 31 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Investasi Tambang Pomalaa Vale Tembus US$383,5 Juta, Progres Konstruksi Capai 89%

 

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terus mempercepat pengembangan proyek pertambangan dan pengolahan nikel di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Hingga September 2026, nilai tercatat proyek eksekusi tambang Pomalaa mencapai US$383,5 juta atau sekitar Rp6,3 triliun, dengan progres penyelesaian sebesar 89%.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 yang tercatat sebesar US$339,17 juta. Pada periode yang sama, tingkat penyelesaian proyek juga mengalami kemajuan dari 60% menjadi 89%.

Sepanjang Januari–September 2026, Vale mencatatkan penambahan nilai pengembangan tambang Pomalaa sebesar US$119,86 juta. Selain itu, terdapat reklasifikasi aset senilai US$75,52 juta yang turut memengaruhi nilai tercatat proyek hingga akhir September.

Dengan perkembangan tersebut, proyek eksekusi tambang Pomalaa ditargetkan rampung pada 2027. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat basis bisnis nikel sekaligus mendukung peningkatan kapasitas operasional.

Kemajuan juga terlihat pada pembangunan fasilitas pengolahan nikel melalui proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) Pomalaa. Dalam laporan kinerja kuartal III-2026, Vale mengungkapkan bahwa Line 1 dan Line 2 fasilitas HPAL telah mencapai tahap mechanical completion pertama.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu tonggak dalam pengembangan fasilitas pengolahan nikel perusahaan. Melalui teknologi HPAL, Vale mengembangkan kapasitas pengolahan bijih nikel untuk memperluas rantai nilai industri, termasuk menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Sejalan dengan pengembangan infrastruktur tersebut, aktivitas penjualan bijih nikel dari wilayah Pomalaa juga meningkat tajam. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, volume penjualan bijih nikel dari kawasan tersebut mencapai 1,90 juta wet metric tons (wmt), jauh di atas realisasi periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 278.745 wmt.

Peningkatan aktivitas penjualan juga terlihat pada kuartal ketiga. Vale mencatatkan penjualan bijih nikel Pomalaa sebesar 1,31 juta wmt, meningkat dibandingkan 495.601 wmt pada kuartal II-2026.

Perkembangan proyek Pomalaa turut tercermin dalam peningkatan nilai aset tetap dalam penyelesaian perusahaan. Secara keseluruhan, aset dalam kategori tersebut mencapai US$1,13 miliar per September 2026, naik dari US$906,45 juta pada akhir 2025.

Nilai tersebut mencakup berbagai proyek pengembangan tambang dan fasilitas pendukung operasional Vale. Dengan demikian, peningkatan aset dalam penyelesaian menggambarkan besarnya investasi yang masih berlangsung untuk memperkuat kapasitas dan infrastruktur bisnis perseroan.

Pengembangan tambang, pembangunan fasilitas HPAL, serta peningkatan aktivitas penjualan bijih nikel memperlihatkan bahwa Pomalaa menjadi salah satu kawasan penting dalam agenda ekspansi Vale. Penyelesaian proyek-proyek tersebut akan menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas keterlibatan dalam rantai industri pengolahan nikel.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update