Sabtu, 31 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Kadin dan Danantara Perkuat Sinergi Cegah Kebocoran Devisa dari Ekspor

✍️ Fernando 🕒 30 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie Foto: Istimewa

Kadin dan Danantara memperkuat kerja sama untuk mencegah kebocoran devisa ekspor melalui pengawasan praktik under-invoicing dan transfer pricing.

JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat kerja sama strategis dengan Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk meningkatkan kinerja ekspor nasional sekaligus mencegah kebocoran devisa.

Kolaborasi tersebut secara khusus difokuskan pada pengawasan praktik manipulasi nilai faktur atau under-invoicing dan manipulasi harga transfer atau transfer pricing yang berpotensi mengurangi penerimaan negara dari aktivitas perdagangan internasional.

Penguatan kerja sama antara dunia usaha dan pengelola aset negara ini diarahkan untuk memastikan setiap aktivitas ekspor memberikan kontribusi optimal terhadap cadangan devisa Indonesia. Kadin memandang DSI sebagai salah satu instrumen penting dalam membangun ekosistem perdagangan lintas negara yang bersih dan akuntabel.

"Dan ini saya lihat Danantara sebagai engine of growth ingin melibatkan dunia usaha, sejalan dengan visi Presiden tentang 'Indonesia Incorporated'. Kali ini fokus kepada DSI, bagaimana Kadin bisa berperan membantu agar supaya under-invoicing dan transfer pricing tidak terjadi, tapi malah sebaliknya ekspor bisa lebih giat dan bisa membawa devisa," kata Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie seusai pertemuan Kadin dan Danantara di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung sebagai bagian dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin. Dalam kesempatan itu, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis yang tengah disiapkan DSI.

Melalui kolaborasi ini, Kadin nantinya akan berperan sebagai mitra verifikator independen untuk memastikan keabsahan data transaksi ekspor yang dilakukan para anggotanya. Validasi data di tingkat asosiasi dinilai penting untuk mempersempit celah penghindaran pajak sekaligus meningkatkan transparansi arus modal perusahaan.

"Jadi, Danantara ini tidak bisa sendirian, kita perlu mitra asosiasi seperti Kadin yang anggotanya banyak berinteraksi dengan Danantara. Sebagai verifikator, Kadin sangat memudahkan pekerjaan DSI sehingga kita bisa mendapatkan angka dan data riil yang terverifikasi," ujar Managing Director Stakeholders Management Danantara Rohan Hafas dalam kesempatan yang sama.

Rohan menegaskan, pertukaran data yang akurat antara pelaku usaha dan pemerintah dapat mempermudah proses pengawasan terhadap aktivitas perdagangan dan investasi yang berkaitan dengan pengelolaan Danantara.

Melalui sinergi tersebut, Kadin dan Danantara sepakat untuk segera mengonkretkan kerja sama teknis dalam proses verifikasi perdagangan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi transaksi ekspor sekaligus melindungi penerimaan dan devisa negara.

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update