Sabtu, 07 Nov 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun, Kredit Tumbuh 16,5% hingga Oktober 2026

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 07 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun, Kredit Tumbuh 16,5% hingga Oktober 2026

 

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp46,5 triliun hingga Oktober 2026. Capaian tersebut meningkat 19,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring ekspansi pembiayaan dan peningkatan aktivitas bisnis berbasis transaksi.

Pertumbuhan kinerja tersebut berjalan beriringan dengan penguatan penyaluran kredit. Bank Mandiri mencatatkan total kredit sebesar Rp1.635 triliun per Oktober 2026, meningkat 16,5% secara tahunan.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pencapaian tersebut didukung strategi bisnis yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan usaha, kualitas aset, dan pengelolaan pendanaan.

Menurut Novita, peningkatan aktivitas transaksi digital nasabah serta pendapatan berbasis komisi juga menjadi bagian dari faktor yang menopang pertumbuhan laba perseroan.

"Pertumbuhan kredit kami jalankan dengan disiplin dalam memilih sektor dan menjaga kualitas pembiayaan. Didukung pendanaan yang kuat dan peningkatan aktivitas transaksi nasabah, pendekatan ini menjadi fondasi untuk menghasilkan kinerja yang konsisten sekaligus mendukung kegiatan ekonomi," ujar Novita dalam keterangan resminya, Jumat (6/11/2026).

Dalam menyalurkan pembiayaan, Bank Mandiri memprioritaskan sektor-sektor produktif yang memiliki prospek usaha dan ketahanan terhadap risiko. Beberapa sektor yang menjadi sasaran antara lain pemerintahan, energi dan air, logistik, industri pengolahan logam, serta makanan dan minuman.

Strategi pembiayaan tersebut juga dikembangkan melalui pendekatan berbasis ekosistem. Bank Mandiri berupaya memperluas jangkauan layanan ke berbagai pelaku dalam rantai bisnis, mulai dari perusahaan utama, pemasok, distributor, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Skema ini memungkinkan ekspansi pembiayaan korporasi terhubung dengan kebutuhan modal para pelaku usaha yang berada dalam ekosistem bisnis yang sama. Dengan demikian, penyaluran kredit tidak hanya menyasar perusahaan besar, tetapi juga membuka peluang pembiayaan bagi jaringan usaha pendukungnya.

Di sisi pengelolaan risiko, Bank Mandiri mencatat perbaikan kualitas kredit di tengah ekspansi pembiayaan. Rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross secara bank only tercatat sebesar 0,97% hingga Oktober 2026.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan posisi Oktober 2025 yang mencapai 1,02%. Penurunan rasio NPL gross ini mencerminkan perkembangan kualitas portofolio kredit perseroan selama periode tersebut.

Kombinasi pertumbuhan kredit, penguatan aktivitas transaksi digital, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi menjadi bagian dari strategi Bank Mandiri dalam menjaga momentum bisnis. Perseroan juga terus mengarahkan pembiayaan ke sektor produktif dengan tetap memperhatikan kualitas aset dan ketahanan portofolio.

Hingga Oktober 2026, capaian laba bersih Rp46,5 triliun dan penyaluran kredit Rp1.635 triliun memperlihatkan perkembangan bisnis Bank Mandiri yang berjalan seiring dengan upaya menjaga kualitas pembiayaan.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update