Sabtu, 31 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Laba Adira Finance Melonjak 56% Jadi Rp1,6 Triliun hingga September 2026

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 30 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Laba Adira Finance Melonjak 56% Jadi Rp1,6 Triliun hingga September 2026

 

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 56% secara tahunan menjadi Rp1,6 triliun sepanjang Januari–September 2026. Peningkatan keuntungan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan serta penurunan sejumlah komponen biaya perusahaan.

Berdasarkan kinerja keuangan sembilan bulan pertama 2026, pendapatan Adira Finance mencapai Rp9,8 triliun, meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total beban perusahaan relatif stabil di kisaran Rp7,6 triliun.

Di tengah pertumbuhan pendapatan tersebut, perusahaan berhasil menekan beberapa komponen pengeluaran. Beban bunga tercatat turun 14%, sedangkan beban penyisihan nilai berkurang 10% dibandingkan sembilan bulan pertama tahun lalu.

Penurunan kedua komponen biaya tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan profitabilitas Adira Finance. Pertumbuhan laba bersih sebesar 56% pun tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan pendapatan yang sebesar 9%.

Direktur Utama Adira Finance Dewa Made Susila mengatakan, perusahaan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas pembiayaan. Di saat yang sama, integrasi operasional pascamerger menjadi momentum penting bagi Adira Finance untuk meningkatkan produktivitas jaringan, mengoptimalkan sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group, serta memperkuat daya saing Perusahaan ke depan,” kata Dewa dalam keterangan tertulis, Jumat (30/10/2026).

Dari sisi operasional, Adira Finance menyalurkan pembiayaan baru sebesar Rp35,1 triliun selama Januari–September 2026. Realisasi tersebut tumbuh 13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi pertumbuhan berasal dari segmen otomotif maupun nonotomotif.

Hingga akhir September 2026, piutang pembiayaan yang dikelola perusahaan mencapai Rp65,8 triliun. Nilai tersebut meningkat 7% secara tahunan, mencerminkan pertumbuhan portofolio pembiayaan yang dikelola perseroan.

Selain pertumbuhan bisnis, indikator kualitas pembiayaan juga menunjukkan perbaikan. Rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) gross konsolidasian turun menjadi 1,8% per September 2026, dibandingkan 2,1% pada periode yang sama tahun lalu.

Direktur Keuangan Adira Finance Sylvanus Gani Mendrofa mengatakan, perusahaan akan menjaga profitabilitas melalui pengembangan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional.

"Perusahaan akan terus menjaga profitabilitas melalui pertumbuhan pembiayaan yang sehat, diversifikasi sumber pendanaan, serta peningkatan efisiensi operasional. Di tengah dinamika suku bunga dan tekanan daya beli masyarakat, Perusahaan akan terus mencermati perkembangan kondisi pasar dan menyesuaikan strategi bisnis secara terukur untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan," tuturnya.

Manajemen juga menyoroti integrasi operasional pascamerger sebagai bagian dari agenda peningkatan produktivitas. Sinergi dengan Bank Danamon dan MUFG Group diharapkan mendukung penguatan jaringan serta daya saing perusahaan.

Dengan pertumbuhan pembiayaan baru, peningkatan piutang yang dikelola, dan perbaikan rasio NPF, Adira Finance mencatatkan perkembangan positif pada sejumlah indikator bisnis hingga kuartal III-2026. Perusahaan tetap menempatkan kualitas pembiayaan dan efisiensi sebagai perhatian dalam menjaga profitabilitas di tengah dinamika pasar.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update