Jumat, 23 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Danantara Mulai Beli Saham BUMN, BMRI hingga ANTM Masuk Radar Analis

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 23 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Danantara Mulai Beli Saham BUMN, BMRI hingga ANTM Masuk Radar Analis

JAKARTA — Aksi pembelian saham oleh Danantara di pasar modal berpotensi menjadi tambahan sentimen positif bagi emiten badan usaha milik negara (BUMN). Namun, keberlanjutan penguatan harga saham tetap bergantung pada kinerja keuangan perusahaan, daya tarik valuasi, serta kondisi pasar setelah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai kehadiran Danantara dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap saham BUMN, terutama apabila pembelian dilakukan secara konsisten dan disertai perbaikan kinerja bisnis emiten.

Meski demikian, investor perlu membedakan dampak sentimen jangka pendek dengan prospek kenaikan harga dalam jangka panjang. Aksi beli Danantara tidak dengan sendirinya menjamin tren penguatan berkelanjutan, terlebih jika tidak diikuti pertumbuhan laba, kebijakan dividen yang menarik, dan perbaikan fundamental perusahaan.

Di sektor perbankan, Nafan menyoroti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI). Ketiganya memiliki karakteristik bisnis yang dapat menjadi pertimbangan investor dalam memilih saham perbankan milik negara.

BMRI dinilai menarik karena diversifikasi bisnis dan profitabilitasnya. Sementara itu, prospek BBRI berkaitan dengan pemulihan daya beli masyarakat serta perkembangan kualitas kredit mikro. Adapun BBNI berpeluang memperluas pertumbuhan melalui segmen korporasi dan komersial.

Di luar perbankan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memiliki peluang pertumbuhan dari bisnis data dan layanan digital. Perkembangan sektor tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan investor ketika menilai prospek perusahaan telekomunikasi milik negara itu.

Pilihan lainnya adalah PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), yang memiliki eksposur terhadap komoditas emas dan nikel. Kinerja saham ini turut dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas serta permintaan dari industri terkait.

Nafan mengingatkan bahwa pemilihan saham sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kenaikan harga atau sentimen pembelian oleh investor institusi. Investor perlu menilai rasio harga terhadap nilai buku atau price to book value (PBV), rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER), tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE), serta kualitas aset perusahaan.

Ia menilai sejumlah faktor dapat mendukung pergerakan saham BUMN ke depan, antara lain konsistensi pembelian Danantara, peningkatan kinerja keuangan, prospek dividen, dan peluang penurunan suku bunga. Sebaliknya, ketidakpastian MSCI, arus keluar dana asing, pelemahan rupiah, serta volatilitas pasar global tetap menjadi risiko yang perlu diperhitungkan.

Besarnya dampak pembelian Danantara juga akan ditentukan oleh nilai transaksi dibandingkan rata-rata volume perdagangan harian, kesinambungan aksi beli, dan respons investor lainnya. Karena itu, aktivitas tersebut lebih tepat dipandang sebagai katalis tambahan daripada jaminan kenaikan harga saham.

Untuk strategi perdagangan, Nafan merekomendasikan TLKM dan ANTM dengan pendekatan buy on weakness, yakni membeli ketika harga mengalami koreksi dengan mempertimbangkan area harga yang telah ditentukan.

Pada TLKM, area beli yang disarankan berada di kisaran Rp 1.770–Rp 2.000. Target harga bertahap ditetapkan pada Rp 2.060, Rp 2.250, dan Rp 2.450, dengan level support di Rp 1.770 dan Rp 1.730.

Sementara itu, ANTM memiliki area beli Rp 2.330–Rp 2.630. Target harga bertahap berada pada Rp 2.680, Rp 2.770, dan Rp 3.470, sedangkan level support yang perlu diperhatikan adalah Rp 2.330 dan Rp 2.200.

Pandangan serupa disampaikan Founder Republik Investor sekaligus pengamat pasar modal Hendra Wardana. Ia menilai pembelian saham oleh Danantara berpotensi memperbaiki sentimen terhadap emiten BUMN, tetapi penguatan harga tetap membutuhkan dukungan kinerja bisnis yang baik.

Dengan demikian, perkembangan aksi beli Danantara dapat menjadi salah satu faktor dalam menentukan arah saham BUMN. Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan fundamental, valuasi, risiko pasar, dan karakteristik masing-masing emiten.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update