Rabu, 28 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bukalapak Rugi Rp881 Miliar hingga September 2026, Kinerja Investasi Berbalik Tertekan

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 27 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Foto: Ist

 

PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) membukukan rugi bersih Rp881,06 miliar hingga September 2026. Hasil tersebut berbalik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika perusahaan mencatat laba bersih Rp2,91 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip pada Minggu (25/10/2026), perubahan kinerja tersebut terutama berkaitan dengan pembalikan hasil investasi. Meski pendapatan perusahaan meningkat, kerugian dari nilai investasi memberikan tekanan besar terhadap hasil keuangan perseroan.

Pendapatan bersih Bukalapak tercatat mencapai Rp5,64 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Angka ini meningkat 19,34% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan Rp4,73 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, pertumbuhan pendapatan itu berjalan beriringan dengan perubahan tajam pada pos investasi. Hingga September 2026, Bukalapak mencatat kerugian nilai investasi sebesar Rp2,04 triliun, berbalik dari keuntungan investasi Rp2,32 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Perubahan tersebut turut tercermin pada kinerja operasional yang dilaporkan perseroan. Bukalapak membukukan rugi usaha Rp1,14 triliun, sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya perusahaan masih mencatat laba usaha Rp2,33 triliun.

Dari sisi biaya, beban pokok pendapatan meningkat 19,12% menjadi Rp5,18 triliun, dibandingkan Rp4,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini berlangsung bersamaan dengan pertumbuhan pendapatan bersih perusahaan.

Beban penjualan dan pemasaran juga mengalami peningkatan. Hingga September 2026, pos tersebut tercatat sebesar Rp200,93 miliar, naik 34,52% dari Rp149,37 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di tengah kenaikan sejumlah biaya, Bukalapak berhasil mengurangi beban umum dan administrasi. Beban ini turun 10,21% menjadi Rp324,45 miliar dari Rp361,34 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Dengan demikian, kinerja Bukalapak hingga September 2026 memperlihatkan dua perkembangan berbeda: pendapatan bersih tumbuh, tetapi hasil investasi berbalik dari keuntungan menjadi kerugian besar. Perubahan pada pos investasi tersebut menjadi faktor penting dalam menjelaskan pergeseran laba bersih perusahaan dibandingkan tahun sebelumnya.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update