Selasa, 03 Nov 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Jhonlin Kuasai 30,25% Saham BYAN, Bayan Resources Jadwalkan RUPSLB 23 November

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 03 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Jhonlin Kuasai 30,25% Saham BYAN, Bayan Resources Jadwalkan RUPSLB 23 November

 

JAKARTA – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 November 2026 dengan agenda perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Rencana tersebut menjadi perhatian setelah PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, mengakuisisi 30,25% saham emiten batu bara tersebut senilai sekitar Rp26,1 triliun.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), RUPSLB akan diselenggarakan pada Senin (23/11/2026), mulai pukul 14.00 WIB. Lokasi rapat berada di Jade Room, Fairmont Hotel Lantai 2, Jalan Asia Afrika Nomor 8, Jakarta.

Perseroan menetapkan dua agenda utama yang membutuhkan persetujuan pemegang saham. Agenda pertama adalah perubahan susunan anggota Direksi, sedangkan agenda kedua menyangkut perubahan susunan anggota Dewan Komisaris BYAN.

Kedua agenda tersebut mengacu pada Anggaran Dasar perseroan serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.

Dalam penjelasannya, BYAN menyebut pengangkatan, pemberhentian, penggantian, maupun pengunduran diri anggota Direksi dan Dewan Komisaris merupakan kewenangan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Meski demikian, perseroan belum mengumumkan nama-nama pengurus yang akan diganti maupun kandidat yang akan diajukan untuk mengisi posisi Direksi dan Dewan Komisaris dalam rapat tersebut.

Agenda perubahan pengurus ini mencuat di tengah perubahan komposisi kepemilikan saham BYAN. Jhonlin Baratama sebelumnya mengakuisisi 10.084.088.370 saham atau setara 30,25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Saham tersebut dibeli dari pendiri sekaligus pemegang saham BYAN, Low Tuck Kwong, dan putrinya, Elaine Low, melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS).

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, transaksi yang dilakukan pada 8 Oktober 2026 tersebut menggunakan harga Rp2.588 per saham. Dengan jumlah saham yang dialihkan mencapai lebih dari 10,08 miliar lembar, nilai keseluruhan transaksi tercatat sebesar Rp26.097.380.221.560 atau sekitar Rp26,1 triliun.

Harga transaksi tersebut disebut berada jauh di bawah harga pasar saham BYAN pada saat itu. Namun, keterbukaan informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini belum menguraikan alasan penetapan harga dalam transaksi tersebut.

Dengan kepemilikan 30,25%, Jhonlin Baratama kini menjadi salah satu pemegang saham utama Bayan Resources. Masuknya perusahaan tersebut menandai perubahan penting dalam komposisi kepemilikan emiten batu bara yang selama ini identik dengan konglomerat Low Tuck Kwong.

Kendati demikian, belum terdapat penjelasan resmi yang memastikan bahwa akuisisi saham oleh Jhonlin Baratama menjadi penyebab langsung rencana perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Hubungan antara perubahan kepemilikan saham dan agenda perubahan pengurus tersebut masih perlu menunggu penjelasan perseroan.

Sementara itu, BYAN menetapkan 29 Oktober 2026 hingga pukul 16.15 WIB sebagai batas pencatatan pemegang saham yang berhak menghadiri RUPSLB. Pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada waktu tersebut berhak mengikuti rapat sesuai ketentuan.

Perseroan juga menyediakan mekanisme kehadiran secara langsung maupun elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI yang dikelola PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Hasil RUPSLB pada 23 November mendatang akan menjadi perhatian pasar, terutama untuk mengetahui susunan pengurus baru dan arah kepemimpinan Bayan Resources setelah perubahan signifikan dalam komposisi pemegang sahamnya.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update