Pertamina Group Hadirkan Rumah Sakit Kapal untuk Layani 4.000 Warga Pulau Kei Besar
MALUKU – Keterbatasan akses layanan kesehatan masih menjadi tantangan bagi masyarakat yang tinggal di pulau-pulau terpencil Indonesia. Jarak antarpulau, minimnya fasilitas medis, hingga keterbatasan tenaga kesehatan membuat sebagian warga harus menghadapi hambatan ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Pertamina Group melalui PT Pertamina (Persero), PT Pertamina International Shipping (PIS), dan PT Pertamina Bina Medika IHC (Indonesia Healthcare Corporation) berkolaborasi dengan Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE) kembali menghadirkan program Rumah Sakit Kapal (RSK).
Kali ini, layanan kesehatan bergerak tersebut menjangkau masyarakat Pulau Kei Besar, Maluku, dengan periode pelayanan yang ditargetkan berlangsung hingga 11 November 2026.
Pjs. Corporate Secretary PIS Muhammad Husni Nurdin mengatakan, program ini merupakan kolaborasi ketiga antara PIS dan Yayasan doctorSHARE. Pada pelaksanaan kali ini, kerja sama diperluas dengan melibatkan IHC serta dukungan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) Pertamina.
"Kali ini kolaborasinya bersama sebagai Pertamina Group, dengan adanya IHC dan dukungan CSR Pertamina. Ini semakin menegaskan komitmen dan kepedulian Pertamina untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui akses kesehatan,” ujar Husni.
Menurutnya, kehadiran Rumah Sakit Kapal menjadi bagian dari komitmen Pertamina Group dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemanfaatan armada kapal memungkinkan layanan medis menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.
“Kami berharap kehadiran Rumah Sakit Kapal dapat memberikan manfaat nyata dan membawa harapan bagi masyarakat yang dilayani,” tambah Husni.
Dalam pelaksanaannya di Pulau Kei Besar, Rumah Sakit Kapal berpotensi memberikan pelayanan kepada sekitar 4.000 pasien. Tim medis yang diterjunkan terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan dari IHC.
Fasilitas yang tersedia di kapal juga dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan medis. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan, Rumah Sakit Kapal dilengkapi ruang rawat inap, fasilitas tindakan operasi minor dan mayor, serta fasilitas persalinan.
Dengan kelengkapan tersebut, layanan kesehatan yang dibawa melalui kapal diharapkan dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas, termasuk penanganan medis yang memerlukan fasilitas khusus.
Program ini juga tidak hanya berorientasi pada pelayanan pengobatan. Pertamina Group dan doctorSHARE turut membawa misi edukasi untuk memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan sejak dini.
Edukasi kesehatan diberikan kepada masyarakat dan anak-anak untuk membangun kesadaran mengenai perilaku hidup sehat. Selain itu, sosialisasi juga menyasar bidan di puskesmas setempat, khususnya terkait pertolongan pertama bagi ibu hamil serta penanganan awal terhadap berbagai masalah kesehatan warga.
Melalui kegiatan berbagi pengetahuan dan pengalaman tersebut, tenaga kesehatan setempat diharapkan semakin siap memberikan pelayanan dasar setelah program Rumah Sakit Kapal selesai dilaksanakan.
Bagi Yayasan doctorSHARE, keberhasilan pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari jumlah pasien yang mendapatkan penanganan. Lebih dari itu, program ini diharapkan membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi kesehatan yang lebih baik.
Ketua Yayasan doctorSHARE Tutuk Utomo Nuradhy mengatakan, kesempatan untuk menyaksikan masyarakat kembali sehat menjadi salah satu makna penting dari pelaksanaan program tersebut.
“Merupakan sebuah kebahagiaan ketika kami menyaksikan inisiatif ini dapat mengembalikan senyum masyarakat yang dilayani. Ketika mereka kembali sehat, harapan dan semangat untuk menjalani aktivitas sehari-hari pun tumbuh kembali,” ujar Tutuk.
