Selasa, 03 Nov 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Tertinggi Nasional hingga September 2026

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 03 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Tertinggi Nasional hingga September 2026

 

JAKARTA – Realisasi investasi DKI Jakarta mencapai Rp249,3 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut menempatkan Jakarta sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional, dengan kontribusi sekitar 16,2 persen terhadap total investasi Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.

Hal itu disampaikan Pramono dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring investasi sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan ekosistem perusahaan rintisan atau startup.

Menurut Pramono, Jakarta memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk terus berkembang sebagai pusat bisnis dan investasi. Pada triwulan II 2026, perekonomian Jakarta tumbuh 5,52 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Selain itu, Jakarta memberikan kontribusi sekitar 16,32 persen terhadap perekonomian Indonesia.

“Kinerja ekonomi Jakarta masih kuat, hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2026 yakni 5,52 persen, di atas nasional 5,29 persen. Kemudian kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang sekitar 16,32 persen,” ujarnya.

Pramono menekankan bahwa peningkatan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya nilai penanaman modal. Investasi juga harus menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk mendukung agenda tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang investasi di sejumlah sektor strategis. Bidang yang ditawarkan mencakup transportasi terintegrasi, pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit-oriented development (TOD), pengelolaan air dan sampah, hingga penguatan ketahanan pesisir.

Peluang lainnya mencakup pengembangan kendaraan listrik, layanan kesehatan, pariwisata, serta infrastruktur digital. Beragam sektor tersebut dinilai menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan Jakarta sekaligus ruang kolaborasi bagi investor dan pelaku usaha.

“Fokusnya bukan hanya besar nilainya. Peluang investasi Jakarta sangat luas, mulai dari transportasi terintegrasi, kawasan berorientasi transit, air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, hingga infrastruktur digital,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat daya tarik investasi melalui peningkatan kemudahan perizinan dan layanan investasi terpadu. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun iklim usaha yang kondusif sekaligus memberikan kepastian bagi investor dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga menyoroti potensi kemitraan dengan East Ventures. Menurut dia, perusahaan modal ventura tersebut memiliki peran strategis dalam menghubungkan startup, talenta digital, dan UMKM Jakarta dengan akses permodalan, teknologi, serta jaringan bisnis internasional.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan kapasitas bisnis, meningkatkan pemanfaatan teknologi, dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami sangat berharap mudah-mudahan kerja sama dengan East Ventures ini bisa dilakukan dengan baik-baik. Tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures,” katanya.

Penguatan kemitraan dengan sektor swasta menjadi salah satu bagian dari agenda Pemprov DKI Jakarta untuk membangun kota yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mendukung ambisi Jakarta masuk dalam jajaran 20 besar kota global pada 2045.

Selain mendorong investasi langsung, Pramono turut menyoroti kontribusi penyelenggaraan kegiatan internasional terhadap perekonomian kota. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan bisnis dan jejaring internasional.

Dengan realisasi investasi Rp249,3 triliun hingga September 2026, Pemprov DKI Jakarta berupaya menjaga momentum pertumbuhan melalui perluasan peluang investasi dan kemitraan dengan sektor swasta. Tantangan berikutnya adalah memastikan arus investasi tersebut memberikan dampak ekonomi yang semakin luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update