GoTo Berbalik Untung Rp1,16 Triliun hingga September 2026, Target EBITDA Naik
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pembalikan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Perseroan membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,16 triliun, berbalik dari kerugian Rp776 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Perbaikan tersebut mendorong manajemen menaikkan proyeksi EBITDA yang disesuaikan atau adjusted EBITDA untuk tahun penuh 2026. Target kini dipatok pada kisaran Rp3,5 triliun hingga Rp3,7 triliun, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun.
Kinerja positif GoTo turut didukung pertumbuhan pendapatan. Selama Januari–September 2026, perseroan mencatatkan pendapatan Rp16,55 triliun, meningkat 24% secara tahunan dibandingkan Rp13,30 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Tren perbaikan juga terlihat pada kinerja kuartal III-2026. GoTo membukukan laba periode berjalan Rp441 miliar, berbalik dari kerugian Rp255 miliar pada kuartal III-2025.
Dengan capaian tersebut, perseroan menyatakan telah membukukan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih pada kuartal ketiga juga meningkat 17% menjadi Rp5,56 triliun dari Rp4,74 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain pertumbuhan pendapatan dan pembalikan laba, kemampuan perusahaan menghasilkan EBITDA yang disesuaikan turut menunjukkan peningkatan. Pada kuartal III-2026, adjusted EBITDA mencapai Rp950 miliar, naik 84% dibandingkan Rp516 miliar pada kuartal III-2025.
Secara kumulatif, adjusted EBITDA GoTo selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp2,87 triliun. Angka tersebut meningkat 115% dibandingkan Rp1,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengatakan, pencapaian pada kuartal ketiga menjadi landasan bagi perusahaan untuk meningkatkan target kinerja tahunan.
“Pada kuartal ketiga 2026, GoTo kembali mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut. Pada kesempatan ini, kami juga menyampaikan GoTo akan menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk tahun 2026 menjadi Rp3,5–3,7 triliun,” ujar Hans dalam keterangan resmi, Kamis (29/10/2026).
Menurut manajemen, peningkatan proyeksi tersebut ditopang oleh pertumbuhan bisnis teknologi keuangan GoPay dan perbaikan kinerja layanan on-demand Gojek.
Pada lini GoPay, GoTo menaikkan target adjusted EBITDA menjadi Rp1,9 triliun hingga Rp2 triliun. Sebelumnya, perseroan memproyeksikan kontribusi EBITDA yang disesuaikan dari bisnis tersebut berada di kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun.
Sementara itu, target adjusted EBITDA untuk layanan Gojek juga mengalami peningkatan. Perseroan kini memproyeksikan kontribusi sebesar Rp1,4 triliun hingga Rp1,6 triliun, dibandingkan target sebelumnya Rp1,4 triliun hingga Rp1,5 triliun.
Kenaikan proyeksi pada kedua lini bisnis tersebut memperlihatkan peran GoPay dan Gojek dalam mendukung pencapaian target keuangan grup. Dengan capaian adjusted EBITDA Rp2,87 triliun hingga September, GoTo memiliki dasar kinerja yang lebih kuat untuk mengejar sasaran tahunan yang telah direvisi.
