Kamis, 29 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

BI Catat DPK Valas Perbankan Tembus Rp1.641,8 Triliun pada September 2026

✍️ tino 🕒 28 Oct 2026 👁️ 0x dibaca
Bank Indonesia. Tripodnews/BI
Bank Indonesia. Tripodnews/BI

Jakarta, Tripodnews.id - Bank Indonesia (BI) mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) valuta asing (valas) perbankan mencapai Rp1.641,8 triliun pada September 2026. Nilai tersebut tumbuh 20,6 persen secara tahunan (year on year/yoy), meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang tumbuh 20,4 persen dengan nilai Rp1.582,7 triliun.

Berdasarkan analisis perkembangan uang beredar (M2), peningkatan DPK valas perbankan terutama didorong oleh pertumbuhan giro valas.

Data tersebut menunjukkan penghimpunan dana dalam bentuk valuta asing masih mengalami pertumbuhan yang kuat, meskipun sejumlah komponen simpanan valas mencatat perlambatan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara rinci, tabungan valas pada September 2026 tercatat sebesar Rp258,3 triliun. Nilai tersebut tumbuh 22 persen secara tahunan, melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat pertumbuhan 23,6 persen dengan nilai Rp258 triliun.

Sementara itu, simpanan berjangka valas mencapai Rp483,1 triliun dengan pertumbuhan 34,7 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 37,5 persen dengan nilai Rp489,2 triliun.

Berbeda dengan tabungan dan simpanan berjangka, giro valas mencatat peningkatan pertumbuhan. Pada September 2026, giro valas tumbuh 13,9 persen secara tahunan menjadi Rp900,5 triliun.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Agustus 2026, ketika giro valas tumbuh 11,6 persen dengan nilai Rp856,5 triliun.

Dengan demikian, giro valas menjadi komponen yang mencatat peningkatan pertumbuhan di tengah perlambatan pada tabungan dan simpanan berjangka valas.

Secara keseluruhan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan pada September 2026 mencapai Rp9.895,8 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,2 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat pertumbuhan 7,7 persen.

Peningkatan pertumbuhan DPK perbankan terutama didorong oleh kenaikan pertumbuhan giro dan simpanan berjangka.

Pada September 2026, giro tumbuh 10,9 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2026 yang sebesar 9,4 persen.

Simpanan berjangka juga mencatat peningkatan pertumbuhan menjadi 5,2 persen secara tahunan, dibandingkan 4,7 persen pada bulan sebelumnya.

Di sisi lain, pertumbuhan tabungan mengalami perlambatan. Pada September 2026, tabungan tumbuh 9 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan Agustus 2026 yang mencapai 9,5 persen.

Berdasarkan golongan nasabah, peningkatan pertumbuhan DPK perbankan pada September 2026 didorong oleh penghimpunan dana dari kelompok korporasi dan nasabah lainnya.

DPK korporasi tumbuh 11,3 persen secara tahunan, meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang mencatat pertumbuhan 11 persen.

Sementara itu, DPK dari golongan nasabah lainnya tumbuh 18 persen secara tahunan. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,9 persen.

Adapun DPK perorangan mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan Agustus 2026, yakni sebesar 3,6 persen secara tahunan.

Perkembangan tersebut menunjukkan pertumbuhan penghimpunan dana perbankan pada September 2026 didukung oleh peningkatan simpanan giro, simpanan berjangka, serta kontribusi DPK dari kelompok korporasi dan nasabah lainnya.

T
tinoRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update