Selasa, 03 Nov 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Beban Royalti Vale Indonesia Melonjak 130% Jadi US$60,48 Juta hingga September 2026

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 30 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Beban Royalti Vale Indonesia Melonjak 130% Jadi US$60,48 Juta hingga September 2026

 

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan peningkatan signifikan pada beban royalti sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Nilainya mencapai US$60,48 juta, melonjak sekitar 130% dibandingkan US$26,29 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan atas laporan keuangan interim per 30 September 2026, royalti merupakan salah satu komponen dalam beban pokok produksi perseroan. Secara nominal, beban tersebut bertambah US$34,19 juta dibandingkan Januari–September 2025.

Kenaikan royalti menjadi salah satu perubahan biaya yang menonjol dalam struktur beban pokok produksi Vale. Meski demikian, nilainya masih berada di bawah sejumlah komponen biaya utama lainnya.

Biaya jasa kontraktor tercatat sebagai komponen terbesar dengan nilai US$183,51 juta. Berikutnya, terdapat biaya bahan bakar minyak dan pelumas sebesar US$123,72 juta serta depresiasi senilai US$106,46 juta.

Selain peningkatan beban yang tercatat dalam laporan laba rugi, Vale juga membukukan kenaikan pembayaran royalti dan retribusi dalam laporan arus kas.

Sepanjang Januari–September 2026, pembayaran untuk kedua pos tersebut mencapai US$101,63 juta. Jumlah itu meningkat sekitar 91,4% dibandingkan US$53,11 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam laporan arus kas, pembayaran royalti dan retribusi masuk sebagai pengeluaran dari aktivitas operasi. Dengan demikian, kenaikan nilai pembayaran tersebut mencerminkan bertambahnya kas yang dikeluarkan perseroan untuk memenuhi kewajiban terkait royalti dan retribusi selama periode pelaporan.

Peningkatan beban dan pembayaran tersebut berlangsung di tengah pertumbuhan pendapatan perusahaan. Vale membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta selama sembilan bulan pertama 2026, naik sekitar 27% dibandingkan US$705,39 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pergerakan pendapatan dan beban royalti ini menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas bisnis perusahaan berjalan beriringan dengan kenaikan sejumlah kewajiban dan komponen biaya operasional.

Dengan pendapatan yang tumbuh dan pembayaran royalti serta retribusi yang meningkat, perkembangan struktur biaya menjadi salah satu aspek penting untuk dicermati dalam membaca kinerja keuangan Vale sepanj

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update