Senin, 14 Sep 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

XLSMART dan REMIND Dorong Pengelolaan Limbah Elektronik Lewat #ByeByeBox

✍️ Ran Raphael 🕒 14 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
XLSMART bersama dengan REWIND menghadirkan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia
XLSMART bersama dengan REWIND menghadirkan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia Foto: Istimewa

XLSMART mendorong pengelolaan limbah elektronik atau e-waste secara lebih bertanggung jawab, sekaligus memperkuat implementasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta Sustainability XLSMART.

JAKARTA – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) bersama REMIND menghadirkan program #ByeByeBox Campus Roadshow di Institut Teknologi Bandung (ITB). Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun infrastruktur digital Indonesia yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Melalui program tersebut, XLSMART mendorong pengelolaan limbah elektronik atau e-waste secara lebih bertanggung jawab, sekaligus memperkuat implementasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) serta Sustainability XLSMART.

Komitmen itu dijalankan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, pengurangan emisi karbon hingga pengelolaan limbah elektronik. Praktik keberlanjutan XLSMART juga diperkuat melalui penilaian independen dari CDP dan Fitch Ratings ESG.

Melalui #ByeByeBox, pendekatan tersebut diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menghubungkan teknologi, edukasi, perubahan perilaku dan prinsip ekonomi sirkular, khususnya di kalangan generasi muda.

#ByeByeBox merupakan E-Waste Reverse Vending Machine pertama di Indonesia yang dikembangkan untuk memudahkan masyarakat menyerahkan perangkat elektronik yang sudah tidak digunakan ke jalur pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.

Dalam kolaborasi XLSMART dan REMIND, #ByeByeBox tidak hanya berfungsi sebagai titik pengumpulan e-waste, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk mendorong kebiasaan pengelolaan perangkat elektronik yang lebih sirkular.

Program tersebut berlangsung pada 14-28 September 2026. Kegiatan diawali dengan peluncuran di Aula Timur ITB pada 14 September 2026 dan dilanjutkan dengan aktivasi #ByeByeBox di area kampus hingga 28 September 2026.

Pada tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan sebanyak 600 kilogram e-waste. Seluruh limbah elektronik yang terkumpul akan dicatat dan diukur sebagai bagian dari pengukuran dampak program secara keseluruhan.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan pertumbuhan konektivitas dan teknologi digital harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam mengelola dampak lingkungan.

“Melalui #ByeByeBox, kami ingin membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah, dekat, dan relevan bagi generasi muda. Program ini menjadi bagian dari perjalanan XLSMART dalam membangun ekosistem digital yang semakin bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Merza.

Untuk menggunakan #ByeByeBox, masyarakat cukup membawa perangkat elektronik kecil yang sudah tidak digunakan dan mengikuti petunjuk pada layar. Perangkat kemudian dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi kecerdasan buatan (AI), sebelum ditimbang secara otomatis.

E-waste yang diterima kemudian dicatat dalam sistem REMIND untuk selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material dan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.

REMIND juga menerapkan pendekatan pemulihan material serta pelaporan dampak yang terukur. Dengan demikian, material yang masih memiliki nilai dapat dipulihkan dan dikembalikan ke dalam siklus pemanfaatan sesuai prinsip ekonomi sirkular.

Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan #ByeByeBox dikembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste lebih mudah diakses sekaligus terukur.

“Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” ujar Dzikri.

ITB dipilih sebagai titik awal Campus Roadshow #ByeByeBox karena menjadi ruang yang mempertemukan teknologi, keilmuan, isu keberlanjutan dan aksi nyata mahasiswa. REMIND juga berangkat dari ekosistem ITB sehingga program tersebut sekaligus membawa solusi pengelolaan e-waste kepada generasi mahasiswa berikutnya.

Dekan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr.Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., mengatakan kampus memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya solusi dan kebiasaan baru yang lebih berkelanjutan.

“Kehadiran #ByeByeBox di ITB menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami isu e-waste sekaligus terlibat langsung dalam aksi nyata,” katanya.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor antara XLSMART, REMIND, Ikatan Mahasiswa Metalurgi ITB, Institut Teknologi Bandung, GSMA serta BAPPENAS. Kolaborasi tersebut mempertemukan perspektif bisnis, teknologi, akademik, pengelolaan e-waste hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/BAPPENAS, Nizhar Marizi, S.T., M.Si., Ph.D., mengatakan ekonomi sirkular membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

“Inisiatif seperti #ByeByeBox membantu membawa prinsip tersebut lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama melalui keterlibatan generasi muda dan pemanfaatan teknologi,” ujarnya.

Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah atau berat e-waste yang terkumpul, tetapi juga jumlah partisipan, tingkat keterlibatan, perubahan perilaku serta dampak pengelolaan e-waste yang dapat dilaporkan secara konkret dan terukur.

Selama aktivasi di ITB, pengguna XL, AXIS dan Smartfren berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan melalui #ByeByeBox. Bonus tersebut berupa 500 MB untuk e-waste di bawah 1 kilogram, 1 GB untuk 1-2 kilogram dan 1,5 GB untuk lebih dari 2 kilogram, dengan masa berlaku satu hari.

Bagi peserta yang belum menggunakan XL, AXIS maupun Smartfren, tersedia kesempatan memperoleh kartu perdana sesuai ketersediaan selama periode aktivasi.

Di sisi internal, XLSMART juga mengelola e-waste yang berasal dari kegiatan operasional perusahaan, termasuk aktivitas dismantling tower, perangkat jaringan, perangkat IT, baterai maupun aset elektronik yang telah memasuki akhir masa pakai.

Pengelolaan limbah tersebut dilakukan bersama pihak ketiga yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan e-waste XLSMART berjalan dari dua sisi yang saling melengkapi, yakni pengelolaan limbah elektronik dari operasional perusahaan serta mendorong perubahan kebiasaan di tingkat individu dan komunitas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya XLSMART membangun ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab sekaligus mendukung keberlanjutan Indonesia.

RR
Ran RaphaelEditor
F
FernandoEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update