PSEL Bantargebang Ditargetkan Beroperasi Pertengahan 2028
Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Bekasi, akan mengubah sampah menjadi listrik. PSEL ini dirancang untuk mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap hari.
Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Bantargebang, Bekasi, ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2028. Fasilitas ini akan mengubah sampah menjadi listrik.
PSEL yang dibangun di Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, dirancang untuk mengolah hingga 1.500 ton sampah setiap.
Pembangunan PSEL ini dilakukan oleh Danantara Indonesia bersama Daya Energi Bersih Nusantara.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menyatakan peresmian pembangunan PSEL ini menandai hadirnya solusi nyata menjawab tantangan darurat sampah Indonesia dan secara khusus di Kota Bekasi.
Pandu berharap PSEL Kota Bekasi dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti dikutip dari Antara, Jumat (28/8/2026).
Pandu juga mengatakan PSEL Kota Bekasi menjadi proyek kedua yang mulai memasuki tahap pembangunan. Proyek pertama adalah PSEL Denpasar Raya yang pembangunannya dimulai pada Juli 2026.
Selain teknologi insinerasi, pengelolaan sampah di kawasan PSEL Bekasi akan bersinergi dengan teknologi pirolisis.
Teknologi tersebut digunakan untuk mengolah timbunan sampah eksisting menjadi energi terbarukan berupa bahan bakar minyak.
Langkah ini membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Danantara Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dapat menghadirkan solusi konkret bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia.
