Senin, 12 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Penjualan ICBP Diproyeksi Tumbuh 11%, Harga Bahan Baku Jadi Tantangan Margin

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 07 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Penjualan ICBP Diproyeksi Tumbuh 11%, Harga Bahan Baku Jadi Tantangan Margin

Prospek bisnis PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) masih mendapat respons positif dari analis meski perseroan menghadapi kenaikan sejumlah bahan baku utama. Pertumbuhan penjualan yang diperkirakan mencapai 11% secara tahunan pada Juli-Agustus 2026 menjadi salah satu penopang optimisme tersebut.

Analis Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra mengatakan estimasi tersebut diperoleh dari pengecekan kanal distribusi. Pertumbuhan penjualan ICBP juga terbantu oleh efek basis rendah pada kuartal III-2025, ketika pertumbuhan penjualan perseroan hanya mencapai 0,8% secara tahunan.

Kinerja positif terutama masih berasal dari bisnis mi instan. Segmen produk olahan susu atau dairy juga menunjukkan perkembangan yang relatif lebih cepat dibandingkan industri barang konsumsi secara umum sejak awal 2026.

Kontribusi dari pasar internasional ikut memperkuat kinerja perseroan. Bisnis Pinehill, yang memiliki tiga fasilitas produksi di Arab Saudi, turut mendapat keuntungan dari kondisi pasar mi instan di kawasan Timur Tengah di tengah ketegangan geopolitik yang berlangsung.

Perkembangan tersebut tercermin dari penjualan luar negeri ICBP pada semester I-2026 yang tumbuh 21,9% secara tahunan. Pertumbuhan itu jauh lebih tinggi dibandingkan capaian 5% pada periode sebelumnya.

Di tengah permintaan yang masih kuat, persoalan bergeser ke sisi biaya produksi. Harga tepung terigu domestik yang dipasok Bogasari tercatat meningkat sekitar 5%-6% sepanjang 2026 berdasarkan pengecekan kanal distribusi.

Beban biaya juga diperbesar oleh pergerakan nilai tukar. Rupiah tercatat melemah sekitar 7% terhadap dolar AS secara year-to-date (ytd). Pada periode yang sama, harga minyak sawit mentah atau CPO naik 12,4% secara ytd.

Kenaikan harga CPO antara lain berkaitan dengan berkurangnya pasokan ekspor karena sebagian produksi dialihkan untuk memenuhi mandat biodiesel B50 di dalam negeri.

Andrianto menilai kombinasi kenaikan harga gandum dan CPO perlu diperhatikan karena kedua komoditas tersebut memiliki porsi besar terhadap struktur biaya ICBP. “Tekanan biaya cukup berarti karena gandum dan CPO menyumbang sekitar 45% dari COGS ICBP,” kata Andrianto.

Tekanan tersebut berpotensi memengaruhi margin laba kotor, terutama karena hingga saat ini ICBP belum menaikkan harga jual produk mi instan. Meski menghadapi tekanan biaya, Indo Premier memperkirakan margin EBIT perseroan masih dapat bertahan dalam kisaran panduan 2026 sebesar 20%-22%.

Sebagai pembanding, margin EBIT ICBP pada semester I-2026 tercatat sebesar 21,8%. Angka tersebut masih berada dalam rentang panduan yang ditetapkan perseroan.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang melihat kondisi permintaan belum menunjukkan pelemahan berarti. Menurut dia, estimasi pertumbuhan penjualan sekitar 11% menunjukkan produk ICBP masih memiliki permintaan yang kuat.

Dengan kondisi tersebut, kenaikan biaya dipandang lebih berpotensi menekan profitabilitas daripada mengganggu penjualan. Alrich memperkirakan pendapatan ICBP sepanjang 2026 tumbuh sekitar 8%-10%, sementara laba bersih diproyeksikan meningkat 5%-8% karena adanya tekanan dari biaya bahan baku dan operasional.

Perbedaan laju pertumbuhan penjualan dan laba tersebut mencerminkan tantangan yang dihadapi ICBP dalam mempertahankan profitabilitas ketika harga input meningkat. Kemampuan perseroan mengelola tekanan biaya menjadi salah satu faktor yang akan menentukan kinerja ke depan.

Dari pasar modal, Indo Premier Sekuritas masih mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ICBP. Namun, target harga diturunkan menjadi Rp10.800 per saham.

Phintraco Sekuritas juga masih melihat peluang akumulasi saham ICBP secara bertahap, khususnya apabila harga mengalami koreksi akibat kekhawatiran investor terhadap tekanan margin.

Dengan asumsi pertumbuhan penjualan tetap terjaga dan tekanan terhadap margin dapat dikelola, Alrich memperkirakan harga saham ICBP dalam 12 bulan berpotensi berada pada kisaran Rp12.000-Rp12.500 per saham.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
E
epungEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update