Wall Street Melemah, IHSG Masih Punya Ruang Uji 6.200–6.230
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki ruang untuk bangkit setelah terkoreksi pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks berpeluang kembali menguji rentang 6.200–6.230 pada perdagangan Kamis (8/10/2026).
Proyeksi tersebut muncul setelah IHSG mengakhiri perdagangan di level 6.146,72, turun 0,75%. Padahal, indeks sempat bergerak hingga 6.210 sebelum tekanan aksi ambil untung membuat penguatan berbalik arah.
Ruang pergerakan IHSG selanjutnya akan dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari pasar global, investor kembali menghadapi ketidakpastian mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Wall Street ditutup melemah pada Rabu (7/10). Tekanan pasar juga diperkuat isi risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menunjukkan para pejabat The Fed masih melihat kemungkinan kenaikan suku bunga sebelum penghujung 2026.
Phintraco Sekuritas mencatat agenda FOMC berikutnya akan berlangsung pada 27–28 Oktober dan 8–9 Desember 2026. Jadwal tersebut menjadi salah satu perhatian pasar karena arah kebijakan The Fed dapat memengaruhi sentimen aset berisiko, termasuk saham.
Pergerakan sejumlah aset global juga menunjukkan tekanan. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) turun hingga US$88 per barel, sedangkan emas spot terkoreksi 0,98% menjadi US$4.122 per troy ounce.
Pasar surat utang Amerika Serikat turut mencatat perubahan. Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 1 basis poin menjadi 5,286%.
Di tengah tekanan eksternal tersebut, kondisi fundamental dari dalam negeri memberikan sejumlah penyangga bagi pasar saham Indonesia. Cadangan devisa Indonesia pada September 2026 tercatat US$146,3 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan posisi Agustus sebesar US$146,5 miliar.
Meski mengalami penurunan, posisi cadangan devisa tersebut masih setara dengan 5,3 bulan impor. Tingkat tersebut dinilai memadai untuk menopang ketahanan eksternal Indonesia.
Investor juga akan mencermati perkembangan keyakinan konsumen. Indeks keyakinan konsumen Indonesia diperkirakan berada di level 118 pada September 2026.
"Data tersebut menjadi salah satu indikator domestik yang akan diperhatikan investor dalam mencermati arah pergerakan IHSG," ungkap Phintraco Sekuritas.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, Phintraco Sekuritas tetap melihat peluang IHSG untuk kembali bergerak menuju area 6.200–6.230. Level tersebut menjadi sasaran teknikal setelah indeks gagal mempertahankan penguatan pada sesi perdagangan sebelumnya.
Pergerakan IHSG pada Kamis akan menjadi ujian apakah indeks mampu merebut kembali area tersebut atau kembali menghadapi tekanan setelah penurunan 0,75% sehari sebelumnya.
