Kamis, 03 Sep 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Tambak Udang di Waingapu Akan Beroperasi 2028, Hasilkan 52 Ribu Ton Udang dan Serap 7.000 Tenaga Kerja

✍️ Fernando 🕒 02 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari Foto: Ist

Pemerintah saat ini tengah membangun Tambak Udang Terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah membangun Tambak Udang Terintegrasi atau Integrated Shrimp Farming (ISF) di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2027 dan mulai beroperasi pada 2028.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, setelah beroperasi, tambak udang tersebut ditargetkan menghasilkan sekitar 52.800 ton udang per tahun sekaligus memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

"Ketika beroperasi penuh, ISF Waingapu ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 52.800 ton udang per tahun, yang akan menambah pasokan udang nasional sekaligus memperkuat pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan ekspor," jelas Qodari dalam konferensi pers, Rabu (2/9).

Qodari mengatakan ISF Waingapu dibangun di atas lahan seluas 2.150 hektare (ha), dengan 1.361 ha di antaranya akan digunakan untuk area tambak dan fasilitas pendukung. Lokasi tersebut dipilih sebagai bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan di NTT, yang masih menghadapi tantangan kemiskinan.

Program tersebut memiliki nilai investasi sebesar USD 500 juta atau sekitar Rp7,2 triliun, yang mencakup pembangunan kolam budi daya, tandon, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) klaster, jaringan intake, fasilitas karantina, jalan produksi, serta IPAL utama.

Hingga 29 Juli 2026, Qodari mengatakan progres pembangunan fisik telah mencapai sekitar 10 persen dengan melibatkan tenaga kerja lokal.

"Hal ini didukung lebih dari 300 unit alat berat serta keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proses konstruksi," kata dia.

Qodari melanjutkan bahwa kehadiran tambak tersebut tidak hanya akan meningkatkan produksi udang nasional, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi berantai.

Dari sisi ketenagakerjaan, ia menyebut ISF Waingapu diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja di sepanjang rantai industri, mulai dari sektor hulu, kegiatan produksi (on farm), hingga industri hilir. Sebanyak 3.000 tenaga kerja di antaranya akan mendapatkan pelatihan sesuai kebutuhan industri udang terintegrasi.

Selain itu, dampak ekonomi lainnya juga diharapkan tumbuh melalui berbagai usaha pendukung, seperti fasilitas pembenihan (hatchery), pabrik pakan, cold storage, pabrik es, industri pengolahan udang, sektor transportasi, dan berbagai usaha lainnya.

"Hal tersebut nantinya akan membentuk rantai ekonomi baru di Sumba Timur dan membuka lebih banyak peluang usaha bagi masyarakat setempat," ujarnya.

Qodari melanjutkan, pemerintah akan terus memperkuat program-program yang menyentuh langsung masyarakat pesisir dan desa, termasuk ISF Waingapu. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor perikanan dan sumber protein.

"Dengan semangat kolaborasi dan kerja bersama, kita optimistis sektor kelautan dan perikanan akan semakin maju, berdaya saing, dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," pungkas Qodari.

 

F
FernandoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update