Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Sektor Manufaktur Melambat, Begini Respons Kemenperin

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 18 Jun 2023 👁️ 0x dibaca
Selanjutnya, kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve System (The Fed) sebagai upaya penyelamatan perekonomian Amerika Serikat, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, telah mengganggu rantai pasok. Selain itu, ada tantangan dari sisi domestik, se
Selanjutnya, kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve System (The Fed) sebagai upaya penyelamatan perekonomian Amerika Serikat, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, telah mengganggu rantai pasok. Selain itu, ada tantangan dari sisi domestik, se Foto: net

Selanjutnya, kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve System (The Fed) sebagai upaya penyelamatan perekonomian Amerika Serikat, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, telah mengganggu rantai pasok. Selain itu, ada tantangan dari sisi domestik, seperti daya beli.

TRIPODNews.id -  Selama periode 2022 hingga Mei 2023, Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur menunjukkan ekspansi sektor industri selama 21 bulan berturut-turut. Namun, perlu diperhatikan bahwa pertumbuhan sektor industri pada periode tersebut tidak sekuat tahun sebelumnya dan mengalami kecenderungan perlambatan.

Fenomena ini juga sejalan dengan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dilakukan oleh Kementerian Perindustrian sejak November 2022. IKI dari Januari hingga Mei 2023 menunjukkan kecenderungan perlambatan.

Kondisi ini mengindikasikan terjadinya penumpukan stok persediaan, sehingga perusahaan mengurangi produksi, selain juga mengalami penurunan pesanan. Pesanan domestik tetap menjadi faktor dominan yang mempengaruhi indeks variabel Pesanan Baru.

"Dua indeks tersebut dapat menjadi indikator peringatan bagi kita dalam menganalisis kinerja makro industri. Dengan demikian, kita dapat merumuskan upaya untuk menjaga kinerja sektor manufaktur, serta memberikan perhatian lebih kepada subsektor yang mengalami penurunan atau kontraksi," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita  

Agus menyebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi ekspansi manufaktur di Indonesia dan negara lainnya, termasuk faktor eksternal seperti resesi global sejak awal 2022 yang diikuti oleh peningkatan inflasi tertinggi pada kuartal III dan IV-2022.

Selanjutnya, kebijakan yang diambil oleh Federal Reserve System (The Fed) sebagai upaya penyelamatan perekonomian Amerika Serikat, serta konflik antara Rusia dan Ukraina, telah mengganggu rantai pasok. Selain itu, ada tantangan dari sisi domestik, seperti daya beli.

Ia menambahkan bahwa isu-isu utama yang dihadapi sektor industri antara lain meliputi akses terhadap bahan baku/penolong, ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, tantangan dari produk impor, pengolahan limbah B3, logistik, serta data industri.

Tantangan lain juga timbul akibat perkembangan teknologi dan tren global saat ini. Di masa ini, sektor industri juga harus siap untuk beradaptasi dengan paradigma baru yang dapat meningkatkan kinerja industri, seperti pelaksanaan hilirisasi industri, energi terbarukan, digitalisasi dalam implementasi Making Indonesia 4.0, serta peningkatan SDM industri nasional.

Berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat kerja tersebut, Agus menyimpulkan bahwa setidaknya terdapat enam langkah yang perlu dijalankan. Pertama, penting untuk menentukan fokus dan prioritas yang tepat dalam menjalankan industrialisasi melalui hilirisasi.

Kedua, menentukan target secara akurat sehingga dapat merumuskan langkah-langkah strategis dan efektif untuk mencapainya. Ketiga, mendorong agar jasa industri juga diakui sebagai kontributor PDB karena merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari sektor industri.

Keempat, mempercepat implementasi industri 4.0. Upaya ini akan meningkatkan efisiensi industri, menurunkan biaya produksi, serta meningkatkan daya saing.

Kelima, mengambil langkah-langkah yang kreatif dan mengevaluasi kebijakan yang sudah berjalan. Keenam, meningkatkan koordinasi dan sinergi antara kementerian/lembaga serta stakeholder terkait untuk menentukan kebijakan yang tepat dan memberikan kemudahan bagi sektor industri.

"Seluruh upaya tersebut juga bertujuan untuk menjaga optimisme para pelaku bisnis terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan, yang mencapai 66,2 persen berdasarkan hasil survei IKI. Para pelaku bisnis optimis karena mereka percaya bahwa pasar global akan segera pulih dan meyakini bahwa kebijakan pemerintah dapat mendukung kelangsungan bisnis. Mari kita jaga dan buktikan optimisme ini," tegas Agus.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update