Senin, 12 Okt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Saham JARR Milik Haji Isam Anjlok 11%, Usai Digadaikan ke Bank Mandiri

✍️ tino 🕒 08 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tripodnews/HO
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Tripodnews/HO

Jakarta, Tripodnews.id - Saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), emiten yang terafiliasi dengan pengusaha Haji Isam, anjlok lebih dari 11% pada perdagangan Kamis (8/10/2026).

Penurunan tersebut terjadi sehari setelah muncul keterbukaan informasi mengenai penggadaian saham pengendali JARR kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Berdasarkan data perdagangan hingga pukul 09.39 WIB, saham JARR turun 390 poin atau 11,37% ke level Rp3.040 per saham.

Saham JARR dibuka di posisi Rp3.380 per saham. Dalam perdagangan pagi ini, saham tersebut sempat menyentuh level tertinggi Rp3.390 dan terendah Rp3.020.

Aktivitas transaksi juga cukup ramai. Hingga waktu tersebut, saham JARR telah diperdagangkan sebanyak 140,96 ribu lot dengan nilai transaksi mencapai Rp44,69 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, Haji Isam menggadaikan seluruh saham pengendali JARR yang dimiliki melalui PT Eshan Agro Sentosa kepada Bank Mandiri pada 30 September 2026.

Jumlah saham yang digadaikan mencapai sekitar 7,99 miliar saham.

Jumlah tersebut setara dengan seluruh kepemilikan Eshan Agro Sentosa di JARR atau sekitar 86,64% dari total saham perseroan.

Meski seluruh saham pengendali tersebut menjadi objek gadai, manajemen JARR menegaskan transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian atas perusahaan.

Direktur Utama JARR Indra Irawan mengatakan transaksi gadai saham tidak menyebabkan perubahan pengendalian perseroan.

"Perseroan menegaskan bahwa gadai saham itu tidak mengakibatkan perubahan pengendalian atas perseroan," kata Indra dalam keterbukaan informasi.

Selain JARR, Haji Isam juga menggadaikan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) kepada Bank Mandiri.

Saham PGUN turut mengalami tekanan pada perdagangan Kamis (8/10/2026).

Saham PGUN turun 175 poin atau 1,91% ke level Rp9.000 per saham.

Aksi gadai saham tersebut berlangsung di tengah langkah Haji Isam untuk memperbesar kepemilikan saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Sebelumnya, melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam memperbesar rencana akuisisi saham BYAN menjadi sekitar 30,25%, dari sebelumnya sekitar 30%.

Jumlah saham yang akan diambil mencapai sekitar 10,08 miliar saham.

Namun, penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan yang telah ditetapkan.

Di tengah rencana akuisisi tersebut, JARR sebelumnya telah menegaskan tidak terlibat dalam transaksi pembelian saham BYAN.

Manajemen JARR menyatakan perseroan tidak menyediakan pendanaan, pinjaman, fasilitas pembiayaan, maupun bentuk dukungan keuangan lainnya kepada Jhonlin Baratama untuk mendukung rencana akuisisi tersebut.

Dengan demikian, meski JARR dan Jhonlin Baratama berada dalam kelompok usaha yang sama, transaksi akuisisi BYAN tersebut tidak menggunakan pendanaan dari JARR.

T
tinoRedaktur
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update