Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Produksi Kelapa Sawit Meningkat 7,9% pada Juli 2023, Ekspor ke India dan Bangladesh Naik

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 29 Sep 2023 👁️ 1x dibaca
Penetapan harga referensi CPO tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 940 tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.
Penetapan harga referensi CPO tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 940 tahun 2023 tentang Harga Referensi Crude Palm Oil yang Dikenakan Bea Keluar dan Tarif Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Foto: NET

Selain itu, konsumsi minyak makan dan oleokimia juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,1% dan 2,6% dibandingkan dengan bulan Juni 2023.

TRIPODNews.id -  Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan bahwa produksi Crude Palm Oil (CPO) pada Juli 2023 mencapai 4.357 ribu ton, sementara Palm Kernel Oil (PKO) mencapai 414 ribu ton, sehingga total produksi mencapai 4.771 ribu ton. Angka ini meningkat sebesar 7,9% dibandingkan dengan produksi bulan Juni 2023 sebesar 4.421 ribu ton.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, menyatakan, "Secara Year on Year (YoY), terjadi peningkatan produksi sebesar 17,4% atau 4.763 ribu ton dari produksi Year to Date (YTD) Juli 2022 sebesar 27.303 ribu ton, menjadi 32.066 ribu ton YTD Juli 2023."

Namun, konsumsi dalam negeri pada Juli 2023 turun menjadi 1.757 ribu ton atau 10,5% lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2023, terutama karena penurunan penggunaan biodiesel sebesar 19,5%. Mukti menjelaskan, "Penurunan ini terutama akibat berkurangnya penggunaan biodiesel sebesar 19,5% atau sebesar 174 ribu ton, dari 893 ribu ton pada Juni 2023 menjadi 719 ribu ton pada Juni 2023."

Selain itu, konsumsi minyak makan dan oleokimia juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 3,1% dan 2,6% dibandingkan dengan bulan Juni 2023.

Di sisi lain, total ekspor pada Juli 2023 mencapai 3.519 ribu ton, meningkat sebesar 2,0% dibandingkan dengan bulan Juni 2023. Terdapat peningkatan signifikan dalam ekspor CPO sebesar 16,9%, sedangkan ekspor olahan CPO mengalami sedikit penurunan sebesar 3,4%.

Mukti juga mencatat bahwa peningkatan kinerja ekspor industri kelapa sawit pada Juli 2023 menghasilkan kenaikan nilai ekspor sebesar 1,4%. Ekspor terbesar terjadi ke India dan Bangladesh, masing-masing naik sebesar 180,6 ribu ton dan 54,5 ribu ton. Selain itu, ekspor juga meningkat ke Malaysia, USA, dan EU.

Namun, terdapat penurunan ekspor terbesar ke tujuan Afrika, China, dan Pakistan. Secara Year to Date (YTD) hingga Juli 2023, ekspor ke India pada tahun 2023 lebih tinggi 87% dari ekspor pada tahun 2022, sedangkan ke China meningkat 78%.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update