Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › News
News

Perhutani Luncurkan Aplikasi 'Socio Forest' Pengelolaan Lahan Hutan

✍️ Ran Raphael 🕒 19 Jun 2023 👁️ 4x dibaca
Peluncuran aplikasi 'Socio Forest'
Peluncuran aplikasi 'Socio Forest' Foto: TRIPODNews.id/ist

Perhutani secara resmi meluncurkan aplikasi 'Socio Forest' yang merupakan sebuah platform kemitraan sosial yang bertujuan untuk memperkuat digitalisasi perusahaan dan memperluas kerjasama pengelolaan lahan hutan dengan masyarakat sekitar.

TRIPODNews.id -  Perhutani secara resmi meluncurkan aplikasi 'Socio Forest' yang merupakan sebuah platform kemitraan sosial yang bertujuan untuk memperkuat digitalisasi perusahaan dan memperluas kerjasama pengelolaan lahan hutan dengan masyarakat sekitar. Peluncuran ini diselenggarakan di Kampung Kopi Kluncing, Sukosari, Kabupaten Bondowoso pada Jumat (16/6), dan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro dan jajaran direksi lainnya.

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury memberikan apresiasi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Perhutani dalam bidang digitalisasi. Menurutnya, Socio Forest merupakan program platform kemitraan sosial antar BUMN dalam ekosistem agroforestry. Pahala menjelaskan, 

"Socio Forest merupakan pilot program kita dalam kemitraan sosial agroforestry. Perhutani memiliki amanah untuk menjaga hutan, dan dengan Socio Forest ini kita melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian hutan." kata Pahala.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong juga menyoroti pentingnya Socio Forest sebagai langkah nyata Perhutanan Sosial yang lebih modern sesuai dengan perkembangan zaman. Dohong mengungkapkan, 

"Ini merupakan langkah tindak lanjut dari Perhutani dalam mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2021 tentang Perhutanan Sosial. Socio Forest harus dikembangkan secara lebih luas." ujar Alue.

Sementara Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro menjelaskan dalam sambutannya bahwa peluncuran aplikasi Socio Forest adalah langkah strategis Perhutani dalam mengelola hutan secara berkelanjutan bersama masyarakat dan stakeholder di era digitalisasi. Wahyu menyatakan, 

"Socio Forest merupakan salah satu proyek strategis Perhutani untuk tahun 2023. Kami telah meluncurkannya dan akan terus mengembangkannya secara luas agar masyarakat lebih mudah dalam pengelolaan hutan bersama Perhutani, serta menjadikannya lebih transparan. Hal ini sesuai dengan arahan Kementerian BUMN yang disampaikan oleh Wakil Menteri (Pahala Nugraha Mansury)." katanya

Aplikasi Socio Forest adalah inisiatif strategis Perum Perhutani yang bertujuan untuk menjawab tantangan zaman dengan terus berinovasi dalam bidang digitalisasi. Socio Forest bertujuan untuk memperbaiki ekosistem kerjasama pengelolaan hutan melalui sinergi bisnis yang lebih transparan dengan masyarakat, dengan menggunakan aplikasi berbasis mobile.

Perhutani bekerja sama dengan empat BUMN lainnya dalam pengembangan Socio Forest. Saat ini, Socio Forest telah diimplementasikan pada 14 dari 57 Kawasan Pengelolaan Hutan (KPH) Perhutani sebagai tahap awal. Berbagai komoditas agroforestry menjadi fokus, termasuk kopi, padi, jagung, rotan, singkong, dan tebu. Kolaborasi dalam pengembangan Socio Forest juga melibatkan PT Perkebunan Nusantara Holding, Perum BULOG, ID FOOD, dan Pupuk Indonesia.

Perhutani telah membentuk Heads of Agreement (HoA) bersama keempat BUMN tersebut untuk menciptakan sinergi dalam platform Kemitraan Sosial. Setiap BUMN yang terlibat dalam HoA memiliki peran masing-masing, mulai dari penyedia bibit tanaman dan pupuk hingga menjadi pembeli (offtaker) hasil panen petani.

Selain meluncurkan aplikasi Socio Forest, Perhutani juga menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kepada masyarakat desa hutan. Bantuan tersebut berupa paket alat pengolahan kopi dan perbaikan fasilitas umum yang diberikan kepada Kelompok Petani Kopi di Kecamatan Sukosari, Bondowoso. Paket alat pemecah kopi, mesin pengering, mesin roasting, mesin penggiling, dan sealer diserahkan kepada lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sukorejo Makmur, Koperasi Sukorejo Mapan Jaya, Sekolah Kopi Raisa, dan kelompok tani di Kecamatan Sukosari.
 

RR
Ran RaphaelEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update