Pergantian Panglima TNI Jadi Sorotan, Istana Tegaskan Belum Ada Surpres
Jakarta, Tripod. Istana memastikan hingga saat ini belum ada Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, pemerintah belum mengirimkan Surpres mengenai pergantian Panglima TNI kepada DPR RI.
Hal itu disampaikan Bambang seusai menghadiri rapat bersama Pimpinan DPR RI terkait Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
“Belum ada sampai sekarang,” kata Bambang.
Dia juga menegaskan belum ada nama calon yang disiapkan untuk mengisi posisi Panglima TNI yang saat ini dijabat Jenderal Agus Subiyanto.
“Belum ada, belum ada. Kita belum ada mengirim surpres tentang pergantian panglima sampai sekarang, belum ada,” tegasnya.
Meski belum ada Surpres, isu mengenai kandidat Panglima TNI kembali mencuat. Salah satu nama yang disebut masuk dalam bursa adalah Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak.
Maruli tidak secara khusus membenarkan ataupun membantah peluang dirinya untuk menduduki posisi tersebut. Dia menyebut seluruh kepala staf memiliki peluang yang sama untuk masuk dalam bursa calon Panglima TNI.
“Ya gapapa kalau calon semua juga calon. Seluruh kepala staf calon,” kata Maruli saat dikonfirmasi awak media di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pernyataan Maruli disampaikan di tengah adanya rotasi sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat.
Salah satunya adalah pergantian Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Letjen TNI Iwan Setiawan ditunjuk menggantikan Letjen TNI Mohammad Fadjar sebagai Pangkostrad.
Maruli membenarkan pergantian tersebut saat ditanya mengenai penunjukan Iwan Setiawan.
“Iya, masa belum pada denger,” ujar Maruli.
Dengan belum adanya Surpres, proses pergantian Panglima TNI belum memasuki tahap resmi di DPR. Sementara itu, sejumlah nama kepala staf kembali menjadi sorotan seiring mencuatnya isu mengenai kemungkinan pergantian pucuk pimpinan TNI.
