Penjualan Mobil Melonjak, Saham Otomotif Mulai Jadi Buruan Investor
Saham-saham emiten otomotif ikut tancap gas pada perdagangan Kamis (8/10/2026). Penguatan terjadi ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru masih berada di bawah tekanan.
Sentimen positif datang dari kinerja penjualan mobil nasional yang mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang September 2026.
Mengutip data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada September 2026 mencapai 79.540 unit.
Angka tersebut melonjak 28,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year-on-year (yoy).
Tren positif juga terlihat pada penjualan mobil secara kumulatif. Sepanjang Januari hingga September 2026, penjualan mobil tercatat mencapai 679.020 unit.
Realisasi tersebut tumbuh 21% secara tahunan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kinerja penjualan mobil yang moncer turut menjadi sentimen positif bagi saham-saham sektor otomotif di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Salah satu yang mencatat penguatan paling tinggi adalah saham PT Astra International Tbk (ASII). Pada perdagangan pagi, saham ASII menguat hingga 2,31% ke level Rp4.890 per saham.
Astra International merupakan salah satu pemain besar di industri otomotif nasional yang memproduksi, merakit, dan mendistribusikan sejumlah merek kendaraan yang memiliki pangsa pasar besar di Indonesia.
Dua di antaranya adalah Toyota dan Daihatsu.
Dari sisi merek, Toyota masih menjadi pemimpin penjualan mobil nasional pada September 2026.
Toyota mencatat penjualan sebanyak 21.877 unit sepanjang September. Posisi tersebut diikuti Daihatsu dengan penjualan sebanyak 11.558 unit.
Lonjakan penjualan tersebut menjadi salah satu katalis positif bagi saham-saham otomotif di BEI, terutama emiten yang memiliki eksposur besar terhadap penjualan kendaraan bermotor.
Kinerja penjualan September sekaligus menunjukkan bahwa permintaan pasar otomotif nasional masih mencatat pertumbuhan kuat hingga kuartal III 2026.
