Kamis, 27 Agt 2026 NewsEkonomiSportOtomotifWisata
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

 Dana Kelolaan Panin Asset Management Capai Rp15 Triliun

✍️ Edgar Allan Poe 🕒 11 Jul 2023 👁️ 71x dibaca
Sementara itu, bagi investor yang berminat berinvestasi di pasar saham pada tahun politik ini, Bahana TCW merekomendasikan untuk memilih saham di sektor konsumsi, telekomunikasi, media, dan perbankan. Keempat sektor ini merupakan sektor-sektor yang b
Sementara itu, bagi investor yang berminat berinvestasi di pasar saham pada tahun politik ini, Bahana TCW merekomendasikan untuk memilih saham di sektor konsumsi, telekomunikasi, media, dan perbankan. Keempat sektor ini merupakan sektor-sektor yang b Foto: Net

Selanjutnya, reksadana pendapatan tetap juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,67% YtD dari Rp1,35 triliun menjadi Rp1,47 triliun. Selain itu, exchange-traded fund juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,32% menjadi Rp19,35 miliar dibandingkan dengan posisi akhir 2022 sebesar Rp18,55 triliun.

TRIPODNews.id -   Dana kelolaan atau asset under management (AUM) Panin Asset Management mengalami pertumbuhan hingga Juni 2023. Menurut Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto, total AUM perusahaan tumbuh sebesar Rp308,78 miliar atau sekitar 2,09% menjadi Rp15,10 triliun. Produk reksadana saham menjadi kontributor utama pertumbuhan dana kelolaan.

Hingga Juni 2023, AUM reksadana saham Panin Asset Management mencapai Rp6,87 triliun. Jumlah tersebut meningkat sebesar Rp664,38 miliar atau sekitar 10,69% dari akhir Desember 2022 yang sebesar Rp6,21 triliun.

"Pertumbuhan reksadana saham salah satunya disebabkan oleh pergeseran investor ke reksadana yang lebih agresif," ujar Rudiyanto  

Selanjutnya, reksadana pendapatan tetap juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,67% YtD dari Rp1,35 triliun menjadi Rp1,47 triliun. Selain itu, exchange-traded fund juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,32% menjadi Rp19,35 miliar dibandingkan dengan posisi akhir 2022 sebesar Rp18,55 triliun.

Meskipun terjadi peningkatan dana kelolaan, Rudiyanto menyebut bahwa ada penurunan pada beberapa produk. Sebagai contoh, reksadana pasar uang turun sebesar 25,06% dari Rp763,84 miliar pada akhir 2022 menjadi Rp572,39 miliar per Juni 2023.

Sementara itu, reksadana terproteksi mengalami penurunan sebesar 4,88% menjadi Rp3,47 triliun karena adanya jatuh tempo. Reksadana campuran yang dikelola oleh Panin Asset Management juga mengalami penurunan sebesar 3,02% menjadi Rp2,70 triliun.

"Meskipun ada penurunan pada beberapa produk, kami akan berupaya menjaga kinerja dengan meningkatkan kemampuan penjualan, menambah agen penjual dan gerai, serta melakukan edukasi secara berkala," tambahnya.

EP
Edgar Allan PoePemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update